KORANHeadline.com, KENDARI – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari, Cornelius Padang, S.E., mengimbau masyarakat untuk intens memantau informasi perkembangan cuaca terkini.
Imbauan ini disampaikan sebagai upaya preventif untuk mengantisipasi potensi bencana yang dapat disebabkan oleh cuaca ekstrem.
Cornelius Padang menekankan pentingnya kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, terutama di musim hujan yang dapat menyebabkan banjir, longsor, dan bencana lainnya. “Masyarakat harus selalu waspada dan siap siaga dalam menghadapi cuaca ekstrem,” terangnya, Kamis (3/7/2025).
BPBD Kota Kendari juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi resmi tentang cuaca dan potensi bencana dari sumber yang terpercaya, seperti BMKG dan BPBD Kota Kendari. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih siap dan waspada dalam menghadapi potensi bencana.
BPBD memanfaatkan informasi terkini dari BMKG dan alat pemantau cuaca untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat.
Informasi tersebut disebarluaskan secara real-time melalui media sosial dan edukasi langsung hingga tingkat kelurahan. “Alat yang dipasang BMKG ini setiap dua jam memberikan update prakiraan cuaca,” jelas Cornelius Padang.
Selain pemantauan cuaca, BPBD juga mengoptimalkan Call Center 112 Kedaruratan.
“Call Center 112 ini salah satunya dilayani oleh BPBD. Jika ada informasi mengenai kebencanaan, kami akan segera merespon,” ujar mantan Kepala Bappeda Kota Kendari.
BPBD telah memasang monitor di kantor untuk memantau panggilan darurat dan menerapkan sistem siaga 24 jam.
Cornelius menambahkan, banjir dan longsor merupakan bencana alam yang rutin terjadi di Kota Kendari setiap tahun.
Pemerintah Kota Kendari telah melakukan langkah antisipatif seperti normalisasi daerah rawan banjir, termasuk pengerukan saluran dan pembersihan kali.
“Kita berharap bencana tidak akan terjadi, tapi jika pun terjadi, kita harap dampaknya bisa diminimalisir, terutama korban jiwa,” harap Cornelius Padang.
Katanya, berdasarkan peta risiko bencana, beberapa kelurahan yang berpotensi terdampak banjir dan longsor antara lain Punggaloba, Tipuku, Kemaraya, Watu-Watu, dan Benu-benua di Kecamatan Kendari Barat, serta sejumlah kelurahan di Kecamatan Mandonga dan Baruga.
“Hampir semua kecamatan di Kota Kendari memiliki potensi banjir dan longsor,” terang Cornelius.
Meskipun jumlah personel dan peralatan BPBD masih belum maksimal (sekitar 42 personel), kata Cornelius, personel yang ada telah dibekali pengetahuan kebencanaan untuk melakukan langkah antisipatif.
“Kami akan senantiasa terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan untuk meminimalisir dampak bencana,” pungkas Cornelius. (red/id)















