Metropolis

Inovasi Distan Manfaatkan RUBUHA Kendalikan Hama Tikus di Kawasan Persawahan Amohalo Baruga

2569
×

Inovasi Distan Manfaatkan RUBUHA Kendalikan Hama Tikus di Kawasan Persawahan Amohalo Baruga

Sebarkan artikel ini
Kadistan Makmur bersama jajaran saat mendirikan Rubuha di persawahan Amohalo.

KORANHeadline.com, KENDARI – Dinas Pertanian (Distan) Kota Kendari kembali berinovasi. Kali ini dibawah kepemimpinan Makmur SPd MPd, Distan memanfaatkan RUBUHA (Rumah Burung Hantu) sebagai metode pengendalian hama tikus di Persawahan Amohalo, Kecamatan Baruga.

Makmur mengungkapkan bahwa Rumah Burung Hantu merupakan metode pengendalian hama tikus yang bersifat alami, ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Distan saat menyosialisasikan Rubuha ke petani.

“Di kawasan persawahan Amohalo, Kelurahan Baruga, pemanfaatan RUBUHA menjadi strategi yang efektif dalam mengurangi populasi tikus sawah yang selama ini menjadi ancaman utama terhadap hasil panen petani,” ungkapnya, Minggu (21/6/2025).

Makmur membeberkan, kawasan persawahan Amohalo memiliki potensi pertanian yang cukup luas dan produktif, namun sering mengalami serangan hama tikus yang merusak tanaman padi, terutama saat fase generatif (pembentukan malai).

Baca Juga :  Pemkot Kendari dan Kejari Kembali Teken MoU di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara

“Penggunaan racun kimia terbukti kurang efektif dan berdampak negatif terhadap lingkungan serta predator alami. Nah, konsep RUBUHA adalah sarang buatan untuk menarik burung hantu jenis Tyto Alba agar bersarang dan berkembang biak di sekitar lahan pertanian. Burung hantu ini adalah predator alami tikus sawah yang dapat memangsa 5–10 ekor tikus per malam,” terang ASN yang pernah menjabat Kadis Pendidikan tersebut.

Baca Juga :  Jasa Raharja dan Pemprov Gorontalo Audiensi Bahas Program Kerja Bersama Kesamsatan, Terutama SWDKLLJ

Sebelumnya, kata Makmur, pihaknya mengidentifikasi lokasi strategis yakni dengan memilih titik-titik di sekitar sawah yang jauh dari gangguan manusia. Rumah burung hantu dibuat dari papan kayu ukuran standar, dipasang pada tiang atau pohon setinggi 4–6 meter.

Terkait inovasi ini, Distan telah melaksanakan sosialisasi dan pelatihan kepada petani. Distan memberikan penyuluhan kepada petani Amohalo tentang pentingnya menjaga burung hantu sebagai mitra alami pengendali hama.

“Rubuha ini ternyata memberikan manfaat, penurunan signifikan populasi tikus sawah tanpa penggunaan racun. Peningkatan hasil panen padi karena tanaman lebih aman hingga masa panen. Termasuk, konservasi lingkungan dengan menjaga keseimbangan ekosistem alami,” jelas Ketua PGRI Kota Kendari.



Dirinya berharap inovasi ini memberikan penguatan partisipasi petani dalam sistem pertanian berkelanjutan dalam pengendalian hama tikus secara ekologis.

Baca Juga :  Teken Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja 2025, Gubernur Sultra: Kami Komitmen Jalankan Amanah

“Pemanfaatan RUBUHA di persawahan Amohalo Kelurahan Baruga merupakan langkah strategis dalam pengendalian hama tikus secara ekologis. Dengan pendekatan ini, petani tidak hanya mendapatkan hasil panen yang lebih baik, tetapi juga turut menjaga keseimbangan ekosistem pertanian yang berkelanjutan,” pungkas Makmur. (ADV/red)










Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
content-1701

cuaca 638000116

cuaca 638000117

cuaca 638000118

cuaca 638000119

cuaca 638000120

cuaca 638000121

cuaca 638000122

cuaca 638000123

cuaca 638000124

cuaca 638000125

cuaca 638000126

cuaca 638000127

cuaca 638000128

cuaca 638000129

cuaca 638000130

cuaca 638000131

cuaca 638000132

cuaca 638000133

cuaca 638000134

cuaca 638000135

cuaca 638000136

cuaca 638000137

cuaca 638000138

cuaca 638000139

cuaca 638000140

cuaca 638000141

cuaca 638000142

cuaca 638000143

cuaca 638000144

cuaca 638000145

cuaca 638000146

cuaca 638000147

cuaca 638000148

cuaca 638000149

cuaca 638000150

cuaca 638000151

cuaca 638000152

cuaca 638000153

cuaca 638000154

cuaca 638000155

cuaca 638000156

cuaca 638000157

cuaca 638000158

cuaca 638000159

cuaca 638000160

cuaca 638000161

cuaca 638000162

cuaca 638000163

cuaca 638000164

cuaca 638000165

cuaca 638000166

cuaca 638000167

cuaca 638000168

cuaca 638000169

cuaca 638000170

cuaca 638000171

cuaca 638000172

cuaca 638000173

cuaca 638000174

cuaca 638000175

article 999990116

article 999990117

article 999990118

article 999990119

article 999990120

article 999990121

article 999990122

article 999990123

article 999990124

article 999990125

article 999990126

article 999990127

article 999990128

article 999990129

article 999990130

article 999990131

article 999990132

article 999990133

article 999990134

article 999990135

article 999990136

article 999990137

article 999990138

article 999990139

article 999990140

article 999990141

article 999990142

article 999990143

article 999990144

article 999990145

psda 438000111

psda 438000112

psda 438000113

psda 438000114

psda 438000115

psda 438000116

psda 438000117

psda 438000118

psda 438000119

psda 438000120

psda 438000121

psda 438000122

psda 438000123

psda 438000124

psda 438000125

psda 438000126

psda 438000127

psda 438000128

psda 438000129

psda 438000130

psda 438000131

psda 438000132

psda 438000133

psda 438000134

psda 438000135

psda 438000136

psda 438000137

psda 438000138

psda 438000139

psda 438000140

article 898100146

article 898100147

article 898100148

article 898100149

article 898100150

article 898100151

article 898100152

article 898100153

article 898100154

article 898100155

article 898100156

article 898100157

article 898100158

article 898100159

article 898100160

article 898100161

article 898100162

article 898100163

article 898100164

article 898100165

article 898100166

article 898100167

article 898100168

article 898100169

article 898100170

article 898100171

article 898100172

article 898100173

article 898100174

article 898100175

content-1701