Daerah

Guru Besar FKM Unhas Prof Sukri Palutturi Jadi Narasumber pada Musrembang Kota Jakarta Timur

473
×

Guru Besar FKM Unhas Prof Sukri Palutturi Jadi Narasumber pada Musrembang Kota Jakarta Timur

Sebarkan artikel ini
Guru Besar FKM Unhas, Prof. Sukri Palutturi menjadi narasumber pada Musrembang Tingkat Kota Administrasi Jakarta Timur.

KORANHeadline.com, KENDARI – Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MSc.PH, PhD, mendapat kesempatan menjadi narasumber pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Tingkat Kota Administrasi Jakarta Timur.

Acara yang berangsung secara hybrid 20 Maret 2025 diadakan dalam upaya untuk membahas rencana pembangunan Kota Jakarta Timur dalam mencapai kota sehat dalam konteks global.

Dalam kesempatan ini, Prof. Sukri Palutturi, yang juga sebagai Dekan FKM Unhas memulai presentasinya dengan menyampaikan region-region WHO dimana Indonesia berada pada region SEAR bersama dengan negara seperti Bangladesh, Butan, DPR Korea, India, Maldives, Myanmar, Nepal, Sri Lanka, Thailand dan Timor Leste.

Jadi umumnya Indonesia berada pada rumpun negara yang sebagai besar dari negara-negara berkembang. Jadi Indonesia tidak serumpun dengan negara seperti Malaysia, Brunei, Philipina dan Singapura dalam konteks kota sehat. Mereka berada pada region Western Pasific bersama dengan negara-negara maju seperti Australia, China, Jepang, dan Korea. Itulah sebabnya mereka dapat belajar dari faktor-faktor sukses mengenai bagaimana kota sehat diimplementasikan di region tersebut.

Baca Juga :  Koordinasi yang Baik, Pemkot Gerak Cepat Salurkan Bantuan Pangan Bapanas untuk Korban Banjir Kendari

Prof Sukri menyampaikan bahwa kota sehat global adalah konsep yang mengintegrasikan aspek kesehatan, lingkungan, dan sosial dalam pembangunan kota. “Kota sehat secara global harus memiliki sistem kesehatan yang kuat, lingkungan fisik dan sosial yang sehat, serta dukungan berbagai stakeholder termasuk pihak swasta dan masyarakat yang aktif dan produktif,” terang Prof Sukri, Jakarta.

Prof Sukri menyampaikan bahwa Jakarta termasuk 17 kota besar dunia bersama dengan kota-kota lainnya misalnya Amsterdam, Sydnei, Vienna, Copenhagen, Helsinki, Berlin, Barcelona dan kota lainnya. Secara global tantangan kesehatan termasuk perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan, air bersih, penduduk dan sumber daya, kesenjangan si kaya dan si miskin, energi, isu gender dan perdamaian dan konflik.

Baca Juga :  PT Bososi Tegaskan TNI-Polri Tak Terlibat Amankan Wilayah Pertambangan di Blok Marombo Konut

Prof Sukri juga menyampaikan bahwa Jakarta Timur termasuk menjadi bagian yang memiliki potensi besar untuk menjadi kota sehat secara global. Jakarta Timur memiliki sumber daya yang cukup, infrastruktur yang baik, dan masyarakat yang aktif dan produktif. Meskipun demikian, Jakarta Timur masih memiliki beberapa tantangan dalam mencapai kota sehat global, misalnya masih memiliki masalah lingkungan, seperti polusi udara dan air, serta masalah kesehatan, seperti peningkatan kasus penyakit tidak menular.

Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan swasta untuk menciptakan lingkungan yang sehat, meningkatkan kualitas kesehatan, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya hidup sehat. Selain itu, melalui Musrembang ini, menjadi sarana untuk menyusun perencanaan yang matang dan terintegrasi dalam mencapai kota sehat global.



Konsep kota sehat itu, pemahaman terhadap setting atau wilayah sehingga para perencana harus mampu memahami dan mengidentifikasi masalah yang ada pada wilayah tersebut sehingga dengan demikian dapat menentukan solusi dan stakeholder mana yang perlu terlibat mengambil peran secara interdisipliner.

Baca Juga :  Halisa Tour & Travel Tegaskan Tak Terlibat Kasus Penelantaran Jemaah Umrah di Madinah

Diakhir sesi materi, Prof. Sukri juga menawarkan kepada pemerintah Kota Jakarta Timur untuk menjadi anggota jejaring kota sehat Asia Tenggara bahkan Aliansi Kota Sehat pada negara-negara di Western Pasific Region. Ada banyak manfaat yang diperoleh dari keanggotaan tersebut, misalnya dapat saling belajar mengenai faktor-faktor sukses dan faktor-faktor gagal implementasi kota sehat pada masing-masing negara anggota.

“Selain itu terdapat event internasional dan bahkan dapat mendesain kegiatan peningkatan kapasitas pada isu-isu tertentu yang dianggap relevant dan urgent,” pungkas Prof Sukri. (red/id)










Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
content-1701

cuaca 638000116

cuaca 638000117

cuaca 638000118

cuaca 638000119

cuaca 638000120

cuaca 638000121

cuaca 638000122

cuaca 638000123

cuaca 638000124

cuaca 638000125

cuaca 638000126

cuaca 638000127

cuaca 638000128

cuaca 638000129

cuaca 638000130

cuaca 638000131

cuaca 638000132

cuaca 638000133

cuaca 638000134

cuaca 638000135

cuaca 638000136

cuaca 638000137

cuaca 638000138

cuaca 638000139

cuaca 638000140

cuaca 638000141

cuaca 638000142

cuaca 638000143

cuaca 638000144

cuaca 638000145

cuaca 638000146

cuaca 638000147

cuaca 638000148

cuaca 638000149

cuaca 638000150

cuaca 638000151

cuaca 638000152

cuaca 638000153

cuaca 638000154

cuaca 638000155

cuaca 638000156

cuaca 638000157

cuaca 638000158

cuaca 638000159

cuaca 638000160

cuaca 638000161

cuaca 638000162

cuaca 638000163

cuaca 638000164

cuaca 638000165

cuaca 638000166

cuaca 638000167

cuaca 638000168

cuaca 638000169

cuaca 638000170

cuaca 638000171

cuaca 638000172

cuaca 638000173

cuaca 638000174

cuaca 638000175

article 999990116

article 999990117

article 999990118

article 999990119

article 999990120

article 999990121

article 999990122

article 999990123

article 999990124

article 999990125

article 999990126

article 999990127

article 999990128

article 999990129

article 999990130

article 999990131

article 999990132

article 999990133

article 999990134

article 999990135

article 999990136

article 999990137

article 999990138

article 999990139

article 999990140

article 999990141

article 999990142

article 999990143

article 999990144

article 999990145

psda 438000111

psda 438000112

psda 438000113

psda 438000114

psda 438000115

psda 438000116

psda 438000117

psda 438000118

psda 438000119

psda 438000120

psda 438000121

psda 438000122

psda 438000123

psda 438000124

psda 438000125

psda 438000126

psda 438000127

psda 438000128

psda 438000129

psda 438000130

psda 438000131

psda 438000132

psda 438000133

psda 438000134

psda 438000135

psda 438000136

psda 438000137

psda 438000138

psda 438000139

psda 438000140

article 898100146

article 898100147

article 898100148

article 898100149

article 898100150

article 898100151

article 898100152

article 898100153

article 898100154

article 898100155

article 898100156

article 898100157

article 898100158

article 898100159

article 898100160

article 898100161

article 898100162

article 898100163

article 898100164

article 898100165

article 898100166

article 898100167

article 898100168

article 898100169

article 898100170

article 898100171

article 898100172

article 898100173

article 898100174

article 898100175

content-1701