Advetorial

DPM-PTSP Sulawesi Tenggara Petakan Delapan Kawasan Strategis Penunjang Perekonomian

350
×

DPM-PTSP Sulawesi Tenggara Petakan Delapan Kawasan Strategis Penunjang Perekonomian

Sebarkan artikel ini
Parinringi. Ist

KORANHeadline.com, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menuntaskan riset dan pemetaan potensi sumber daya yang ada di Bumi Anoa (sebutan untuk Sultra).

Baru-baru ini, Kepala DPM-PTSP Sultra Parinringi S.E., M.Si menuturkan bahwa riset dan pemetaan wilayah sangat penting guna mengetahui potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di daerah sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Sulawesi Tenggara.

Kawasan strategis Teluk Kendari di Kota Kendari. Ist

Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) sudah banyak yang masuk di Sulawesi Tenggara. Ini pertanda bahwa potensi Sumber Daya Alam Sulawesi Tenggara memberikan harapan yang besar.

Baca Juga :  Tuntas 100 Persen, Peresmian Patung Oputa Yi Koo Menunggu Hasil Audit Badan Pemeriksa Keuangan

PMDN dan PMA sendiri berperan penting dalam perekonomian nasional dan pembangunan negara.

Parinringi menyebut pihaknya sudah memetakan kawasan strategis industri perkebunan, kawasan strategis kelautan dan perikanan, industri perkebunan dan industri pariwisata dan semen.

Lokasi penyemaian bibit Kakao di Kolaka Timur. Ist

Kawasan strategis yang dimaksud itu meliputi, Kawasan strategis Teluk Kendari di Kota Kendari sebagai Ibu Kota Provinsi Sultra. Kawasan industri perkebunan Kakao di Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim). Kawasan strategis kelautan dan perikanan di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep).

Kemudian, Kawasan industri pariwisata di Kabupaten Wakatobi. Kawasan strategis pertanian tanaman pangan di Wawotobi Kabupaten Konawe. Kawasan industri semen di Pulau Muna. Kawasan pusat perdagangan di Kota Baubau dan Kawasan pabrik gula di Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna dan Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Baca Juga :  Semarak Hakordia 2024 Jadi Sarana Kemenkum Kenalkan Diri Kepada Masyarakat

Tidak hanya itu, DPM-PTSP juga telah memetakan potensi pertambangan, tercatat ada lima Pusat Kegiatan Industri Pertambangan (PKIP) di Sultra.

“Berdasakan hasil riset dan permetaan wilayah yang kami lakukan, maka ada PKIP yang telah menjadi pusat kegiatan pertambangan di Bumi Anoa,” terang mantan Bupati Kolaka Utara.

Pusat Kegiatan Industri Pertambangan di Sulawesi Tenggara yang dimaksud yakni
PKIP Asera-Wiwirano-Langgikima (AWILA) di Kabupaten Konawe Utara dengan wilayah pelayanan mencakup Kabupaten Konawe Utara dan Kabupaten Konawe bagian Selatan.

Baca Juga :  Pemprov Sultra Dorong Pencepatan Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus IPIP di Kabupaten Kolaka

Selanjutnya, PKIP Kapontori-Lasalimu (KAPOLIMU) di Lasalimu Kabupaten Buton dengan wilayah pelayanan mencakup Pulau Buton dan Pulau Muna.

Ada, PKIP Kabaena-Torobulu-Wawonii (KARONI) di Lora Kabupaten Bombana dengan wilayah pelayanan mencakup Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Bombana dan Kabupaten Konawe Kepulauan.

Kemudian, PKIP Pomalaa di Kabupaten Kolaka dengan wilayah pelayanan mencakup Kabupaten Kolaka, Kabupaten Kolaka Timur dan Kabupaten Kolaka Utara bagian Selatan.

Terakhir, PKIP Laiwoi di Kabupaten Kolaka Utara dengan wilayah pelayanan mencakup Kabupaten Kolaka Utara dan Kabupaten Konawe bagian Utara. ADV

.

















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!