Advetorial

Dishub Sultra Dukung Pembukaan Rute Kapal Perintis KM Sabuk Nusantara Tujuan Kendari – Munse Konkep

411
×

Dishub Sultra Dukung Pembukaan Rute Kapal Perintis KM Sabuk Nusantara Tujuan Kendari – Munse Konkep

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Angkutan Pelayaran Dishub Sultra, Muhammad Jalil Alfin Razak, SH, ME bersama masyarakat dan instansi terkait usai uji coba sandar kapal perintis KM Sabuk Nusantara 84 (R-54).

KORANHeadline.com, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Perhubungan mendukung pembukaan rute baru Kapal Perintis KM Sabuk Nusantara Kendari-Munse Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep).

Dukungan ini disampaikan Kepala Bidang Angkutan Pelayaran Dishub Sultra, Muhammad Jalil Alfin Razak, S.H, M.E, usai pelaksanaan Uji Coba Sandar di Pelabuhan Munse buah kerjasama Dishub Sultra dan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Lapuko pada 16 November lalu.

Kepala Bidang Angkutan Pelayaran Dishub Sultra, Muhammad Jalil Alfin Razak, SH, ME (tengah) saat berada di Pelabuhan Munse.

Kepada media, Selasa (19/11/2024),
Muhammad Jalil menyampaikan bahwa
Uji Coba Sandar kapal menggunakan kapal perintis berdasarkan permintaan Pemerintah Daerah (Pemda) Konkep kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui KUPP Lapuko sebagai unit pelaksana teknis, dengan harapan kedepan pelabuhan ini dapat menjadi jalur kapal perintis.

“Uji sandar kapal di pelabuhan Munse sudah dilaksanakan 16 November lalu. Alhamdulillah kapal bisa sandar dengan aman dan lancar. Uji sandar ini merujuk pada permintaan Pemda Konkep kepada KUPP Lapuko dengan harapan kedepan, dengan masuknya kapal di daerah ini dapat mendorong perekonomian masyarakat di Konowe Kepulauan,” ungkapnya di Kantor Dishub Sultra.

Baca Juga :  Dinas Cipta Karya Sultra Optimis Gerbang Perbatasan Konawe-Koltim Tuntas Desember
Kepala Bidang Angkutan Pelayaran Dishub Sultra, Muhammad Jalil Alfin Razak, SH, ME saat menghadiri uji coba pelabuhan menggunakan kapal perintis KM Sabuk Nusantara 84 (R-54).

Saat ini, sambung Muhammad Jalil, Pelabuhan Munse belum beroperasional mengingat masih melengkapi sejumlah izin. Jika sudah clear selanjutnya akan
masuk di rencana induk pelabuhan nasional.

“Ini harus masuk supaya dapat kode pelabuhan, apalagi sekarang sudah memakai sistem Inaportnet,” jelas Muhammad Jalil.

Inaportnet merupakan bagian dari program Implementasi National Single Window (INSW) yang juga merupakan sistem elektronik dalam pengurusan dokumen kepelabuhanan, baik dalam hal bongkar muat, maupun dokumen kapal.

Menurutnya, jika Pelabuhan Munse sudah beroprasional akses masyarakat akan lebih mudah. Termasuk akan membuka kerang perekonomian baru bagi Konawe Kepulauan.

Tampak Pelabuhan Munse Kabupaten Konawe Kepualauan.

“Tentunya kehadiran Pelabuhan Munse sangat kita dukung. Pertama karena dia berada di daerah terpencil, tertinggal dan terluar. Kemudian ini juga membantu meningkatkan ekonomi masyarakat setempat, hasil bumi masyarakat seperti kopra bisa diangkut dari kapal sabuk ke daerah tujuan,” pungkas Muhammad Jalil.

Sebelumnya, Kepala KUPP Kelas III Lapuko, Nurbaya saat Uji Coba Sandar. menuturkan bahwa, agenda pengujian merupakan langkah awal untuk memastikan standarisasi kelayakan pelabuhan Munse dan pelabuhan ini dirancang untuk sandar kapal dengan ukuran DWT 2000 dan kedalaman dalam kondisi surut terendah adalah -6 M.

Baca Juga :  Pembangunan Ruang Terbuka Hijau di Pulau Tomia On Progres
Kapal perintis KM Sabuk Nusantara 84 (R-54) sesaat sebelum sandar di Pelabuhan Munse.

Nurbaya menjelaskan, kaitannya dengan pengunaan Kapal KM. Sabuk Nusantara 84, karena kapal ini merupakan salah satu kapal perintis yang menjadi bagian dari program pemerintah yang melayani masyarakat di Pulau-pulau Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara.

Sementara itu, Nahkoda Kapal Sabuk Nusantara 84, La Ode Qolim mengungkapkan pelabuhan Munse sangat tepat menjadi tempat sandar untuk kapal perintis, dengan kondisi perairan yang cukup dalam sehingga memudahkan kapal ketika akan sandar di dermaga

Sedangkan, salah satu warga Kabupaten Konawe Kepulauan, Ekatusalam mengungkapkan bahwa, dengan adanya rute baru menggunakan Kapal Sabuk Nusantara 84 akan lebih memberikan kemudahan akses transportasi laut masyarakat, khususnya di Wawoni Timur.

“Akses masyarakat akan lebih terjangkau
dengan adanya rute baru ini. Kami berharap ini bisa berjalan dengan baik dalam hal peningkatan layanan bagi masyarakat Sulawesi Tenggara,” terang Ekatusalam.

Baca Juga :  Bantuan Pemkot Kendari Buat Warga Terdampak Banjir Tersenyum

Tentu ini juga, sambung Ekatusalam, akan memberikan dampak positif terhadap akses perkonomian masyarakat, termasuk terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Konkep.

“Kalau perekonomian masyarakat meningkat, maka ada berdampak terhadap pembangunan di daerah, khususnya Desa Munse,” ujar putra daerah Konkep kepada media.

Agenda pengujian pelabuhan kali ini dihadiri oleh Nahkoda Kapal Sabuk Nusantara 84, La Ode Qolim, Kepala KUPP Kelas III Lapuko,Nurbaya, Pejabat Pembuat Komitmen untuk Pelabuhan Munse Zulkifli, Pejabat Pembuat Komitmen Kapal Perintis Pangkalan Kendari Welhelmus Putra Hadjo dan Kepala Bidang Angkutan Pelayaran Dinas Perhubungan Sulawesi Tenggara, Muhammad Jalil Alfin Razak.

Sebagai informasi, jaringan trayek yang dilalui KM. Sabuk Nusantara 84 (R-54) dengan rute yakni Kendari, Langara, Munse ,Waode Buri, Pasar Wajo, Bau-Bau, Pola, Banggai, Taliabu dan kemudian akan kembali berlabuh ke pelabuhan Kendari sebagai homebase. (ADV)

















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!