KORANHeadline.com, Moramo Utara – PT DSSP Power Kendari menjadi salah satu pembicara dalam rapat koordinasi Balai Pemantapan Kawasan Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang dilaksanakan, Rabu 9 Oktober 2024.
Pada rakor tersebut, PT DSSP Power Kendari memaparkan strategi perlindungan lingkungan yang dikerjakan oleh perusahaan.
CSR and Government Relation PT DSSP Power Kendari, Risal Akbar yang melakukan pemaparan pada rakor tersebut menjelaskan jika perusahaan sejak berinvestasi di Sulawesi tenggara dan memulai operasional secara komersil selalu berupaya untuk menjalankan program-program perlindungan lingkungan dan sosial kepada masyarkat yang ada di sekitar wilayah operasional perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) maupun community development.

Program yang digulirkan perusahaan pembangkit listrik tersebut menurutnya terdiri dari program berbasis mitigasi resiko, perlindungan dan pemulihan lingkungan serta peningkatan kesejarteraan, pendidikan dan Kesehatan masyarakat yang berada di sekitar lokasi pembangkit listrik.
“Kami berupaya agar tidak bertumbuh sendirian, tapi bersama dengan masyarakat serta stakeholder yang berada di sekitar kami, yang telah mendukung dan mengawal investasi kami yang hilirnya juga adalah untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan masyarakat,” ujar Risal dalam pemaparannya tersebut.
Ia mengatakan, dalam penyusunan program-program tersebut, PT DSSP Power Kendari berupaya agar program yang di gulirkan tersebut dapat menguatkan potensi sumber daya dengan menjaga kearifan lokal yang ada di masyarkat.
“Untuk itu dalam melakukan perencanaan program, kami melibatkan sejumlah akademisi, NGO, pemerintah dan juga peneliti untuk menggali potensi-potensi yang ada di masyarakat. Harapannya agar program kami bisa tepat sasaran dan berkelanjutan karena sesuai dengan sumber daya yang tersedia,” sambungnya.
Ia mencontohkan, program perlindungan lingkungan seperti DSSP Green Project yang dijalankan oleh perusahaan salah satu programnya memuat program transplantasi terumbu karang dimana media transplantasi dibuat dari limbah Fly Ash Bottom Ash dari pembangkit listrik yang tidak masuk dalam kategori limbah B3 dan telah memenuhi persyaratan dan penilaian yang ketat oleh KLHK.
Dengan kehadiran program tersebut, dari hasil survei kepuasan masyarakat yang dilakukan oleh tim internal perusahaan, kepuasan masyarkat mencapai di atas 85%.
“Program ini berhasil menyelesaikan banyak masalah, kami berhasil melakukan pengelolaan limbah non B3 dengan beretika, bertanggung jawab dan patuh terhadap segala aturan yang berkaitan dengan pengelolaannya, dan dari sisi masyarakat kami mampu menekan biaya nelayan untuk melaut karena ikan-ikan yang tadinya hilang mulai berdatangan mendekat ke area pesisir sehingga memperpendek jarak melaut mereka,” tambahnya.
Selain itu, lanjutnya, perusahaan juga menguatkan potensi ekosistem mangrove yang ada di sekitar wilayahnya dengan menanam tak kurang dari 40 ribu pohon mangrove dalam 3 tahun terakhir dan terus mengedukasi masyarakat untuk meninggalkan cara-cara mencari ikan yang tidak ramah lingkungan.
“Ini adalah gambaran ketika perusahaan memiliki komitmen yang kuat dalam pengelolaan lingkungan dan pengembangan masyarakat. Integrasi antara program perlindungan masyarakat dan kearifan lokal berhasil kami lakukan sehingga hubungan kami dengan para stakekolder adalah saling kuat dan menguatkan,” tutupnya.
Kegiatan yang berlangsung di hotel Claro tersebut dihadiri oleh sejumlah akademisi, pejabat KLHK, pemerintah dari dinas terkait se Sulawesi tenggara, sejumlah perwakilan dari sektor bisnis pertambangan, media dan tokoh masyarakat.
PT DSSP Power Kendari sendiri adalah perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2X50 MW yang berlokasi di Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan yang menyuplai kebutuhan listrik di wilayah Sulawesi Tenggara melalui jaringan interkoneksi 150 KV sistem Sulawesi Tenggara-Sulawesi Bagian Selatan.
(red/rls)















