Nasional

Asosiasi Mikoriza Indonesia dan Pemda Buton Tanam 150 Bibit Jeruk Siompu di Wabula

250
×

Asosiasi Mikoriza Indonesia dan Pemda Buton Tanam 150 Bibit Jeruk Siompu di Wabula

Sebarkan artikel ini
Pj Bupati Buton, Drs La Ode Mustari MSi disampingi Ketua AMI, Prof Dr Ir Husna MP saat penanaman Jeruk Siompu.

KORANHeadline.com, PASARWAJO – Asosiasi Mikoriza Indonesia (AMI) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Buton melakukan penanaman 150 bibit Jeruk Siompu tepat di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2024.

Penanaman jeruk khas Siompu Sulawesi Tenggara (Sultra) dihadiri langsung Pj Bupati Buton, Drs La Ode Mustari MSi dan jajaran di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Wabula. Sementara dari Asosiasi Mikoriza Indonesia dihadiri langsung Ketua AMI, Prof Dr Ir Husna MP bersama sejumlah pengurus.

Dalam sambutanya Pj Bupati Buton mengapresiasi sekaligus menyambut baik upaya yang dilakukan Asosiasi Mikoriza Indonesia bersama Balitbang Buton dalam menyelamatkan Jeruk Siompu dari kepunahan.

“Ini kira ini sangat baik, apalagi menjadi langkah tepat dalam menyelamatkan sumber daya pangan yang kita miliki. Tentu kami memberikan apresiasi kepada Ketua Asosiasi Mikoriza Indonesia atas ketersediaan melakukan riset Jeruk Siompo disini,” ungkap Pj Bupati.

Sekwan Provinsi Sulawesi Tenggara ini berharap, kedepan kerjasama yang dibangun bersama Asosiasi Mikoriza Indonesia tidak hanya Jeruk Siompu namun juga dengan komoditi andalan yang ada di Kabupaten Buton.

Baca Juga :  Peringati Hari Pengayoman ke 79, Kemenkumham Sultra Ikuti Doa Bersama yang Diinisiasi Kantor Pusat

“Saya kira kedepan tidak hanya komoditas Jeruk, masih ada komoditas-komoditas lain di Buton ini perlu kita kembangkan dari ambang kepunahan. Banyak varietas lain seperti Kopi Kaongke Ongkea, Ubi Jalar maupun Jeruk Siompu sendiri,” ujar Pj Bupati.

“Saya juga terimaksih kepada Ketua AMI yang juga putra daerah Sultra yang bisa membantu kita dengan kondisi tanah tidak sama dengan daerah. Harapan kami juga masyarakat mampu mengembangkan Jeruk Siompu ini di tanah-tanah milik mereka,” tambahnya.

Ditempat sama, Ketua AMI Prof Husna mengungkapkan bahwa penanaman Jeruk Siompu merupakan buah kerjasama antara Balitbang Pemda Buton dan Asosiasi Mikoriza Indonesia dalam menyelamatkannya dari kepunahan.



“Kita patut bersyukur karena dikaruniai tanaman Jeruk siompu. Jeruk ini termasuk jenis unggulan Sulawesi Tenggara dan telah dinobatkan sebagai jeruk termanis di Nusantara serta Jeruk Siompu sebagai penghela ekonomi masyarakat di Kepulauan Buton,” terang Prof Husna.

Namun, lanjut Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) Universitas Halu Oleo (UHO), tren produksi buah Jeruk Siompu pada kurun waktu 10-20 tahun terakhir terus mengalami penurunan.

Baca Juga :  Pembina Samsat Nasional Bahas Optimalisasi Capaian Target Kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor 2024

“Hasil riset tim peneliti tahun 2022, masalah utama yang dihadapi petani Jeruk Siompu di pulau Siompu adalah banyaknya pohon Jeruk Siompu yang terserang hama dan penyakit (khusus penyakit CVPD) serta umumnya budidaya dan pengembangan jeruk Siompu di Pulau Siompu dilakukan di lahan karst (berbatu). Oleh karena itu, perlu upaya pengembangan jeruk Siompu di luar Pulau Siompu,” terang Prof Husna.

Tahun 2023, sambung mantan Dekan Fakultas Pertanian UHO, pihaknya telah menanam jeruk Siompu sebanyak 300 tanaman dibekali dengan pupuk hayati Mikoriza di Mawasangka Kabupaten Buton Tengah.

“Dan pada hari ini, di Kabupaten Buton kita bersama-sama akan menanam 150 tanaman jeruk Siompu bermikoriza. Perlu kami sampaikan bahwa Pemanfaatan pupuk hayati mikoriza dapat memacu pertumbuhan tanaman serta meningkatkan toleransi tanaman tehadap cekaman abiotic seperti kekeringan. Berbagai penelitian kami menunjukkan bahwa pembekalan bibit jeruk siompu dengan pupuk hayati Mikoriza dapat meningkatkan pertumbuhan dan daya hidup tanaman di lapangan,” jelas Prof Husna.

Baca Juga :  Kadin Sultra Dorong Program Hilirisasi Pertanian dan Perikanan Topang Perekonomian Daerah

Sementara itu, Kepala Balitbang Pemda Buton, Wa Ode Sitti Raymuna SE MSi menyebut bahwa penelitian dengan pernerapan inovasi ramah lingkungan berupa pupuk hayati Mikoriza pada sektor petanian skala luas telah lama dilakukan.

Berbagai riset nasional termasuk riset yang dilakukan AMI membuktikan bahwa aplikasi Mikoriza mampu meningkatkan pertumbuhan bibit jeruk baik pada skala penyemaian maupun lapangan.

“Dengan begitu kita berharap bahwa bibit yang dibekali Mikoriza dapat diuji coba pada skala lapangan di Kabupaten Buton. Harapan kami output dari riset imi terbangunnya plot penanaman jeruk berbasis Mikoriza di Kabupaten Buton,” harap Sitti Raymuna.

Termasuk, sambung dia, terselamatkannya Jeruk Siompu dari kepunahan sehingga nantinya akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani Jeruk Siompu di Kabupaten Buton.

“Terima kasih atas dukungan Pj Bupati Buton dan juga kepada Ketua Umum Asosiasi Mikoriza Indonesia atas kesediaan melakukan riset di Kabupaten Buton,” ucap alumni Fakuktas Ekonomi UHO tersebut. (red/id)










Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
content-1701

cuaca 638000116

cuaca 638000117

cuaca 638000118

cuaca 638000119

cuaca 638000120

cuaca 638000121

cuaca 638000122

cuaca 638000123

cuaca 638000124

cuaca 638000125

cuaca 638000126

cuaca 638000127

cuaca 638000128

cuaca 638000129

cuaca 638000130

cuaca 638000131

cuaca 638000132

cuaca 638000133

cuaca 638000134

cuaca 638000135

cuaca 638000136

cuaca 638000137

cuaca 638000138

cuaca 638000139

cuaca 638000140

cuaca 638000141

cuaca 638000142

cuaca 638000143

cuaca 638000144

cuaca 638000145

cuaca 638000146

cuaca 638000147

cuaca 638000148

cuaca 638000149

cuaca 638000150

cuaca 638000151

cuaca 638000152

cuaca 638000153

cuaca 638000154

cuaca 638000155

cuaca 638000156

cuaca 638000157

cuaca 638000158

cuaca 638000159

cuaca 638000160

cuaca 638000161

cuaca 638000162

cuaca 638000163

cuaca 638000164

cuaca 638000165

cuaca 638000166

cuaca 638000167

cuaca 638000168

cuaca 638000169

cuaca 638000170

cuaca 638000171

cuaca 638000172

cuaca 638000173

cuaca 638000174

cuaca 638000175

article 999990116

article 999990117

article 999990118

article 999990119

article 999990120

article 999990121

article 999990122

article 999990123

article 999990124

article 999990125

article 999990126

article 999990127

article 999990128

article 999990129

article 999990130

article 999990131

article 999990132

article 999990133

article 999990134

article 999990135

article 999990136

article 999990137

article 999990138

article 999990139

article 999990140

article 999990141

article 999990142

article 999990143

article 999990144

article 999990145

psda 438000111

psda 438000112

psda 438000113

psda 438000114

psda 438000115

psda 438000116

psda 438000117

psda 438000118

psda 438000119

psda 438000120

psda 438000121

psda 438000122

psda 438000123

psda 438000124

psda 438000125

psda 438000126

psda 438000127

psda 438000128

psda 438000129

psda 438000130

psda 438000131

psda 438000132

psda 438000133

psda 438000134

psda 438000135

psda 438000136

psda 438000137

psda 438000138

psda 438000139

psda 438000140

article 898100146

article 898100147

article 898100148

article 898100149

article 898100150

article 898100151

article 898100152

article 898100153

article 898100154

article 898100155

article 898100156

article 898100157

article 898100158

article 898100159

article 898100160

article 898100161

article 898100162

article 898100163

article 898100164

article 898100165

article 898100166

article 898100167

article 898100168

article 898100169

article 898100170

article 898100171

article 898100172

article 898100173

article 898100174

article 898100175

content-1701