Nasional

Peringati Hari Bakti Rimbawan ke 41, TN Wakatobi Lepasliarkan 365 Tukik Penyu di Pantai Hondue

369
×

Peringati Hari Bakti Rimbawan ke 41, TN Wakatobi Lepasliarkan 365 Tukik Penyu di Pantai Hondue

Sebarkan artikel ini
TN Wakatobi Baubau melepasliarkan ratusan penyu di peringatan Hari Bakti Rimbawan. Ist

KORANHeadline.com, KENDARI – Semarak peringatan Hari Bakti Rimbawan ke 41, Taman Nasional (TN) Wakatobi lepasliarkan 365 ekor tukik (anakan) Penyu di kawasan Pantai Hondue Tomia, Selasa (19/3).

Pelepasliaran tukik penyu ini dilakukan dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Bakti Rimbawan ke 41 oleh rimbawan Balai Taman Nasional Wakatobi usai upacara bendera di Kantor TN Wakatobi Baubau.

Hari bakti rimbawan kali ini mengusung tema “Bakti Rimbawan Untuk Tanah Air, Untuk Bangsa”

Menteri LHK Siti Nurbaya melalui sambutannya yang dibacakan Kepala Balai TN Wakatobi, Darman SHut MSc secara khusus menyampaikan penghargaan yang tinggi dan ucapan terima kasih kepada seluruh rimbawan Indonesia, yang telah memberikan kinerja terbaik dalam lingkup tugas dan profesi masing-masing, yang sangat berarti mendukung pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan secara berkelanjutan.

Baca Juga :  PT Jasa Raharja Ikuti Rapat Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2025/1446 H

Dikesempatan tersebut, Menteri Siti Nurbaya menyampaikan pesan khusus bahwa pada aspek dimensi sosial dan interaksi publik masih perlu diintensifkan, mengingat masyarakat Indonesia secara umum adalah masyarakat yang dalam kehidupannya menyatu dengan alam.

“Kita perlu terus memperkuat kohesi sosial, memperbanyak interkasi sosial dan membangun inivasi sosial untuk kepentingan bangsa. Dan teruslah lakukan konsolidasi Rimbawan dan pertebal dedikasi Rimbawan untuk Indonesia tercinta,” pinta Menteri LHK Siti Nurbaya melalui Kepala Balai TN Wakatobi, Darman.

Baca Juga :  Kementerian BUMN dan Jasa Raharja Apresiasi Kehadiran SAMOLI

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan merumuskan tujuan pengelolaan lingkungan dan Kehutanan hingga 2045.

Diarahkan untuk kondisi lingkungan dan hutan yang sehat, untuk mendukung peri kehidupan Indonesia sebagai negara yang maju dan mandiri. Tahapan hingga 2045 diantaranya adalah, pada 2030 diproyeksikan Indonesia net sink dan pengembangan bioekonomi berbasis hutan dan sirkular ekonomi. (red/id)

Baca Juga :  Dirut Jasa Raharja Ungkap Efektivitas Program Keselamatan dan Penanganan Kecelakaan Periode Mudik
















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *