Berita Utama: Breaking news terbaru hari ini - Simak laporan selengkapnya hanya di KORANHeadline.com!
DaerahMetro

215 Kios Pangan Digital Hadir di Kendari, Beras Tak Lagi Masuk 10 Besar Penyumbang Inflasi

933
×

215 Kios Pangan Digital Hadir di Kendari, Beras Tak Lagi Masuk 10 Besar Penyumbang Inflasi

Sebarkan artikel ini
215 Kios Pangan Digital Hadir di Kendari, Beras Tak Lagi Masuk 10 Besar Penyumbang Inflasi. Foto ANTARA

KORANHeadline.com, KENDARI – Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat upaya pengendalian inflasi daerah melalui inovasi Si Indah (Kios Pangan Digital) yang memudahkan masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, mengatakan keberadaan kios pangan tersebut menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas harga pangan, khususnya komoditas beras, gula, dan minyak goreng yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

Menurut Rauf, hingga saat ini Kota Kendari telah memiliki sebanyak 215 kios pangan yang tersebar di berbagai sudut kota. Jumlah tersebut terus bertambah seiring pengembangan program dan pembinaan terhadap kios-kios yang terlibat.

“Alhamdulillah, di Kota Kendari sampai saat ini kita sudah memiliki 215 kios pangan. Setiap bulan jumlahnya terus bertambah,” ujar Abdul Rauf.

Ia menjelaskan, kehadiran kios pangan digital bertujuan mendekatkan akses masyarakat terhadap bahan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Dengan begitu, masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah, tidak harus menempuh perjalanan jauh ke pasar untuk mendapatkan beras murah. “Untuk kebutuhan pangan mendasar seperti beras, gula, dan minyak goreng, ini sudah hadir di sudut-sudut kota,” jelasnya.

Rauf menambahkan, keberadaan kios pangan turut memberikan dampak positif terhadap upaya pengendalian harga beras di Kota Kendari. Menurutnya, dalam dua bulan terakhir, beras tidak lagi masuk dalam 10 besar komoditas penyumbang inflasi di daerah tersebut.

Ia menilai, kemudahan masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau melalui kios pangan menjadi salah satu faktor yang membantu menjaga stabilitas harga. Akses yang lebih dekat juga dapat mengurangi biaya transportasi yang harus dikeluarkan masyarakat untuk berbelanja kebutuhan pokok.

Meski demikian, Rauf mengakui bahwa kondisi cuaca, khususnya musim kemarau berkepanjangan, turut memengaruhi produksi dan harga beras. Kenaikan harga gabah di tingkat petani menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong peningkatan harga beras premium di pasaran.

Karena itu, pengembangan kios pangan dinilai perlu terus diperkuat melalui pembinaan dan koordinasi dengan berbagai pihak. Rauf juga membuka peluang pengembangan kios pengendali inflasi di pasar-pasar tradisional melalui kerja sama dengan Perusahaan Umum Daerah (Perumda), sesuai kewenangan dan regulasi yang berlaku.

Dengan terus bertambahnya jaringan kios pangan, Pemerintah Kota Kendari berharap distribusi bahan pangan pokok semakin merata, daya beli masyarakat tetap terjaga, dan gejolak harga pangan dapat dikendalikan secara berkelanjutan. (red/id)







Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama: Breaking news terbaru hari ini - Simak laporan selengkapnya di sini!