KORANHeadline.com, KENDARI – Pengelola UPA Kebun Hayati (Kebun Raya) Universitas Halu Oleo (UHO) terus memperkuat pengelolaan dan pendataan koleksi tumbuhan melalui pemanfaatan teknologi digital.
Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Pemetaan Koleksi Kebun Raya UHO Menggunakan Aplikasi Geographic Information System (GIS) yang digelar selama dua hari, 20–21 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung Minggu (20/9/2026) tersebut diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) UHO.
Pelatihan menghadirkan narasumber Dr. Zulkarnain, S.Hut., M.Si., serta dihadiri langsung Kepala UPA Kebun Hayati UHO, Prof. Dr. Danu Tuheteru, S.Hut., M.Si.
Prof. Danu mengatakan, hingga saat ini Kebun Raya UHO telah memiliki lebih dari 100 jenis tumbuhan spontan atau tumbuhan yang tumbuh secara alami serta lebih dari 400 tanaman koleksi. Namun, menurutnya, pemetaan dan data pengukuran pertumbuhan tanaman tersebut belum tersedia secara optimal.
“Untuk itu, salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah geotagging. Geotagging merupakan proses penambahan informasi posisi berdasarkan GPS berupa latitude dan longitude pada sebuah foto digital, sehingga lokasi pengambilan foto dapat diketahui dengan mudah,” ungkap Prof. Danu.
Menurutnya, pemanfaatan geotagging dan GIS diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dosen dan mahasiswa dalam melakukan pendataan koleksi tumbuhan secara lebih sistematis dan berbasis lokasi.
Ia berharap pelatihan tersebut mampu menghasilkan peta blok serta peta sebaran tanaman koleksi pada masing-masing blok di Kebun Raya UHO. Selain itu, data pengukuran dan pertumbuhan tanaman koleksi juga diharapkan dapat terdokumentasi dengan baik.
“Kami berharap peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik. Mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan keterampilan tentang bagaimana mengambil data di lapangan, tetapi juga bagaimana menginput data tersebut ke komputer hingga melakukan layout peta menggunakan GIS,” jelasnya.
Sementara itu, Dr. Zulkarnain mengatakan pelatihan tersebut diharapkan memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan praktis bagi mahasiswa.
“Output-nya pertama mahasiswa mendapatkan tambahan pengetahuan dan keterampilan. Kemudian produknya berupa data pertumbuhan atau koleksi tanaman di Kebun Raya UHO serta informasi mengenai potensi tanamannya,” ujarnya.
Ia menilai keterampilan praktis menjadi salah satu kebutuhan penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja. Menurutnya, kemampuan akademik yang diperoleh di bangku kuliah perlu diperkuat dengan keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung.
“Menjadi seorang sarjana itu tidak cukup. Saat ini tentu dibutuhkan keterampilan yang praktikal dan bisa dimanfaatkan oleh adik-adik mahasiswa di dunia kerja,” pungkasnya. (red/ID)












