Metropolis

Komisi II DPRD Kendari Apresiasi Gerakan Kendari Menanam, Cabai Jadi ‘Senjata’ Tekan Inflasi

914
×

Komisi II DPRD Kendari Apresiasi Gerakan Kendari Menanam, Cabai Jadi ‘Senjata’ Tekan Inflasi

Sebarkan artikel ini
Komisi II DPRD Kendari Apresiasi Gerakan Kendari Menanam, Cabai Jadi 'Senjata' Tekan Inflasi. Foto Ist (AI)

KORANHeadline.com, KENDARI — Ketua Komisi II DPRD Kota Kendari, dr. Jabar Al Jufri, memberikan apresiasi dan dukungan terhadap gerakan Kendari Menanam yang digalakkan Pemerintah Kota Kendari sebagai salah satu langkah strategis dalam menekan laju inflasi di Kota Lulo.

Menurutnya, gerakan penanaman cabai merupakan inovasi yang tidak hanya bisa dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga dapat melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam kebutuhan pangan, khususnya cabai, dinilai dapat membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga.

“Harapan kita dengan penanaman cabai ini tentu saja dapat mengurangi inflasi. Ini adalah inovasi yang dilakukan dan bukan cuma pemerintah yang bisa lakukan, tetapi semua sektor masyarakat, termasuk rumah tangga,” ungkap dr. Jabar Aljufri.

Politisi PKS tersebut mengatakan, tingginya harga cabai yang kini berada di kisaran Rp70 ribu per kilogram menjadi salah satu alasan pentingnya masyarakat mulai memproduksi kebutuhan pangannya sendiri. Dengan menanam cabai di pekarangan, warga setidaknya dapat mengurangi ketergantungan terhadap pembelian di pasar.

“Karena kita tahu sekarang cabai harganya sudah lumayan mahal, Rp70 ribuan per kilogram. Salah satu solusinya adalah kita tanam cabai sendiri,” ujarnya.

Legislator yang juga memberikan perhatian terhadap isu pembangunan dan ekonomi daerah itu menilai, langkah Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Pertanian patut mendapat dukungan penuh.

Gerakan tersebut dinilai menjadi bagian dari inovasi daerah dalam menghadapi berbagai faktor pemicu inflasi.

Ia menjelaskan, penyebab inflasi tidak hanya berasal dari komoditas pangan, tetapi juga dipengaruhi berbagai isu nasional. Salah satunya adalah kenaikan biaya transportasi udara yang sempat memberikan kontribusi terhadap lonjakan inflasi.

“Penyebabnya ini banyak dan ini juga isu nasional. Kemarin yang sempat membuat lonjakan inflasi karena transportasi udara meningkat, kemudian banyak isu-isu nasional yang memang membuat inflasi naik,” jelasnya.

Meski demikian, dr. Jabar menyebut kondisi inflasi di Kota Kendari masih relatif stabil. Berdasarkan perkembangan sebelumnya, angka inflasi yang sempat berada di kisaran 5 persen pada Juni kemudian mengalami penurunan menjadi sekitar 4 persen pada Juli.

“Alhamdulillah, kita di Kota Kendari masih tetap stabil. Memang cukup meningkat, tetapi alhamdulillah tetap stabil. Di bulan Juni itu 5 koma sekian, kemudian bulan Juli menurun ke 4 koma sekian,” katanya.

Ke depan, DPRD Kota Kendari berharap berbagai inovasi seperti gerakan Kendari Menanam terus diperluas hingga ke tingkat rumah tangga dan lingkungan masyarakat. Kolaborasi pemerintah dan warga diyakini menjadi kunci untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Kita harapkan dengan adanya inovasi-inovasi yang dilakukan Pemerintah Kota Kendari dapat menekan angka inflasi lagi, sehingga kembali berada dalam batas normal di kisaran 3 persen,” pungkasnya. (red/id)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *