Daerah

Dari Dunia Bisnis ke Politik, Wa Ode Suliana Kais Perjuangkan Kesetaraan dan Indonesia Emas 2045

751
×

Dari Dunia Bisnis ke Politik, Wa Ode Suliana Kais Perjuangkan Kesetaraan dan Indonesia Emas 2045

Sebarkan artikel ini
Wa Ode Suliana

KORANHeadline.com, JAKARTA – Perempuan Indonesia didorong untuk tidak lagi hanya menjadi pendukung dalam pembangunan, tetapi tampil sebagai pemimpin, penggerak ekonomi, inovator, sekaligus pengambil keputusan. Gagasan tersebut disampaikan Wa Ode Suliana Kais yang meyakini kemajuan bangsa akan semakin cepat terwujud apabila perempuan diberi ruang yang setara untuk berkarya dan memimpin.

Pandangan itu lahir dari perjalanan panjang Wa Ode Suliana di dunia usaha, organisasi, hingga politik. Menurutnya, perempuan memiliki kemampuan yang sama dengan laki-laki dalam memimpin, namun hingga kini masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan kesempatan hingga kuatnya budaya patriarki.

“Perempuan jangan lagi merasa cukup menjadi pendukung. Kita harus berani menjadi pengambil keputusan, karena banyak persoalan masyarakat yang membutuhkan perspektif dan sentuhan perempuan,” ujar Wa Ode Suliana, baru-baru ini.

Sosok Wa Ode Suliana Kais dikenal aktif di berbagai sektor. Selain menjabat Direktur PT Tambang Indonesia Sejahtera dan Direktur PT Iworth Global Mining Inc. Singapura, ia juga merupakan Komisaris PT Gunung Bintan serta Owner Barbeauderm Clinic. Di bidang organisasi, ia dipercaya sebagai Dewan Penasehat Girls Squad Community, Ketua Bidang Kesetaraan Gender PP Angkatan Muda Partai Golkar, Ketua Bidang Organisasi VIII Koordinator Daerah Sulawesi Bagian Selatan DPP KNPI, serta Kompartemen Kesehatan BPP HIPMI.

Meski telah memiliki karier yang mapan di dunia bisnis, Wa Ode memilih terjun ke dunia politik. Baginya, perubahan yang berdampak luas tidak cukup hanya melalui gerakan sosial, tetapi juga harus diwujudkan lewat kebijakan publik yang berpihak kepada masyarakat, khususnya perempuan, anak, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi.

“Gerakan sosial itu penting, tetapi perubahan yang berkelanjutan lahir dari kebijakan yang baik. Karena itu saya memilih ikut berada di ruang tempat kebijakan itu disusun,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa kemandirian ekonomi merupakan fondasi utama dalam mewujudkan kesetaraan gender. Perempuan yang mampu membangun usaha dan mengelola keuangan, menurutnya, akan lebih mandiri dalam menentukan masa depan sekaligus berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Wa Ode Suliana mengapresiasi besarnya kontribusi perempuan terhadap perkembangan UMKM nasional. Namun, kontribusi tersebut dinilai harus didukung dengan akses yang lebih luas terhadap pendidikan, teknologi, pembiayaan, serta kesempatan menduduki posisi-posisi strategis di berbagai sektor.

Selain itu, Wa Ode Suliana mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap kepemimpinan perempuan. Menurutnya, kepemimpinan tidak ditentukan oleh jenis kelamin, melainkan oleh integritas, kompetensi, dan komitmen dalam bekerja.

“Yang harus kita ubah bukan hanya sistemnya, tetapi juga cara berpikir masyarakat. Perempuan tidak meminta perlakuan istimewa, tetapi kesempatan yang adil,” tegasnya.

Melalui berbagai organisasi yang dipimpinnya, Wa Ode terus menggagas program pemberdayaan perempuan, mulai dari pelatihan kewirausahaan, literasi digital, peningkatan kapasitas kepemimpinan, hingga membuka akses yang lebih luas bagi perempuan untuk berkiprah di dunia usaha maupun politik.

Menutup pernyataannya, Wa Ode Suliana mengajak generasi muda, khususnya perempuan, agar berani mengambil langkah dan tidak takut menghadapi kegagalan. Menurutnya, Indonesia Emas 2045 hanya dapat diwujudkan apabila perempuan memperoleh ruang yang setara dalam pembangunan.

“Perempuan yang berdaya akan melahirkan keluarga yang kuat, masyarakat yang produktif, dan bangsa yang maju. Ketika perempuan tumbuh, Indonesia ikut tumbuh. Itulah investasi terbesar menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (red)







Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!