KORANHeadline.com, Jakarta – Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, menghadiri kegiatan ekspose manajemen talenta yang diselenggarakan di Kantor Pusat Badan Kepegawaian Negara (BKN), Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan sistem manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Kendari.
Kehadiran Wali Kota Kendari diterima langsung oleh Wakil Kepala BKN, Suharman, S.Kom., M.Si., serta Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN, Dr. Herman, M.Si. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Kendari menyampaikan bahwa ekspose manajemen talenta sangat dibutuhkan Pemerintah Kota Kendari, khususnya dalam rangka percepatan pengisian jabatan. Menurutnya, sistem manajemen talenta yang terintegrasi akan membantu memastikan penempatan ASN sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi.
“Hari ini kami sangat membutuhkan ekspose manajemen talenta dalam rangka percepatan pengisian jabatan untuk membantu program Pemerintah Kota Kendari,” ujar Wali Kota Siska dalam pemaparannya.
Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Kendari.
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Kendari turut didampingi Sekretaris Daerah Kota Kendari Amir Hasan, Kepala BKPSDM Kota Kendari Alfian, serta Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari Sahuriyanto. Kehadiran jajaran pimpinan perangkat daerah itu menunjukkan keseriusan Pemkot Kendari dalam mengimplementasikan sistem manajemen talenta secara optimal.
Selain menyampaikan paparan, Ketua Komisi VI APEKSI ini, juga mengungkapkan apresiasi dan terima kasih atas penyelenggaraan kegiatan serta sambutan yang diberikan oleh jajaran BKN. Ia menilai sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola ASN yang profesional dan berdaya saing.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Pemerintah Kota Kendari dapat segera mengakselerasi penerapan manajemen talenta berbasis sistem informasi, sehingga proses pengisian jabatan dan pengembangan karier ASN berjalan lebih transparan, akuntabel, dan sesuai prinsip meritokrasi. (red/rls)












