Daerah

Antisipasi Lonjakan Penumpang, UPTD Amolengo–Labuan Pastikan Layanan 24 Jam saat Lebaran

154
×

Antisipasi Lonjakan Penumpang, UPTD Amolengo–Labuan Pastikan Layanan 24 Jam saat Lebaran

Sebarkan artikel ini
Idham Halid

KONSEL, KORANHeadline.com – Menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelabuhan Penyeberangan Amolengo–Labuan mematangkan berbagai persiapan. Langkah ini diambil guna memastikan kelancaran, keamanan, serta kenyamanan bagi para pemudik yang akan melintas.

​Plh. Kepala UPTD Pelabuhan Penyeberangan Amolengo–Labuan, Idham Halid, menegaskan bahwa kesiapan fasilitas dan armada menjadi prioritas utama mengingat tingginya mobilitas masyarakat setiap momentum Idulfitri.
​”Sejumlah langkah telah kami lakukan, mulai dari pengecekan sarana pelabuhan, kesiapan armada, hingga penguatan koordinasi dengan Polsek Kolono Timur dan ASDP demi menjamin keselamatan penumpang,” ujar Idham pada Rabu (25/2/2026) di Kantor Dishub Sultra.

Baca Juga :  Wali Kota Temui Menkes, Bahas Pembangunan Rumah Sakit Modern di Kota Kendari

​Pihak UPTD telah membenahi berbagai fasilitas pendukung, seperti ruang tunggu, toilet, musala, hingga akses kendaraan. Untuk menjaga kualitas pelayanan selama bulan Ramadan dan Idulfitri, petugas pelabuhan akan disiagakan selama 24 jam penuh.

​”Petugas kami bagi ke dalam tiga regu kerja dengan sistem shift 8 jam. Ini penting agar pelayanan tetap maksimal meski dalam suasana puasa,” tambahnya.

Baca Juga :  Bersama Korlantas Polri, Jasa Raharja Siap Sukseskan Program Indonesia Menuju Zero Over Dimension and Over Load

​Antisipasi Lonjakan: Usulan Tambah Armada

​Memasuki puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada H-3 dan H-2, pihak UPTD telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Sultra dan ASDP. Saat ini, terdapat dua kapal yang bersiaga, yaitu ​KMP Kambaniru (Kapasitas 34 unit mobil) dan KMP Semumu (Kapasitas 25 unit mobil)

​Idham berharap ada penambahan satu unit armada lagi yang bisa beroperasi mulai H-10 untuk meminimalisir antrean panjang.

Baca Juga :  Swadaya Tanpa Pamrih, Sundoyo Jadi Pahlawan Lingkungan di Balik Pagar MAN 1 Kendari

​Terkait potensi praktik percaloan dan premanisme, Idham menyerahkan sepenuhnya pengawasan keamanan kepada pihak kepolisian. Langkah ini diambil agar petugas pelabuhan bisa tetap fokus pada aspek pelayanan teknis kepada pengguna jasa.

​Sebagai penutup, ia mengimbau agar masyarakat selalu mematuhi aturan keselamatan dan menjaga ketertiban. “Kami berharap proses penyeberangan berjalan aman dan lancar. Pelayanan prima adalah komitmen kami,” pungkas pria yang juga mantan Kasi Ops Pelabuhan Labuan tersebut. (red/id)

















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!