KORANHeadline.com, KENDARI – Pemerintah Kota Kendari mendapatkan suntikan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) senilai lebih dari Rp5 miliar untuk mendukung penanganan stunting pada tahun 2027.
Anggaran tersebut akan difokuskan pada peningkatan pelayanan air minum melalui Perumda Air Minum Tirta Anoa Kota Kendari. Program ini menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih yang memenuhi standar kesehatan sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting.
Kepala Dinas PUPR Kota Kendari, Jayadi, mengungkapkan bahwa pihaknya kemungkinan akan memenuhi undangan Kementerian PUPR pada pekan depan untuk membahas program penanganan stunting yang melibatkan Perumda Air Minum Tirta Anoa.

“Insyaallah, mungkin pekan depan kami diundang ke Kementerian PUPR terkait penanganan stunting bersama PDAM. Alhamdulillah, kita mendapatkan DAK lebih dari Rp5 miliar untuk tahun depan,” ungkap Jayadi, Jumat (30/10/2026) di Balai Kota Kendari.
Menurutnya, dukungan anggaran tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap layanan air minum yang berkualitas. Sebab, ketersediaan air bersih yang memenuhi standar kesehatan memiliki keterkaitan erat dengan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Jayadi menjelaskan, program tersebut tidak sekadar berorientasi pada distribusi air, tetapi juga memastikan kualitas air yang diterima masyarakat sesuai dengan standar kesehatan yang telah ditetapkan.
“Fokusnya adalah penanganan stunting. Air bersih yang didistribusikan melalui layanan PDAM diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sebab, air minum yang memenuhi standar kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas pelayanan air minum akan melibatkan Perumda Air Minum Tirta Anoa, khususnya dalam aspek teknis dan instalasi jaringan sesuai kebutuhan program.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Anoa Kota Kendari, Sukriyaman, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas layanan air minum menjadi bagian penting dalam mendukung kesehatan masyarakat.
Ia berharap melalui dukungan program tersebut, masyarakat semakin mudah mendapatkan akses air bersih yang memenuhi standar kesehatan.
Dengan alokasi DAK lebih dari Rp5 miliar tersebut, Pemerintah Kota Kendari berharap peningkatan pelayanan air minum dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam mendukung upaya pencegahan stunting di Kota Kendari. (red/ID)













