DaerahEkobis

Siska Karina Imran Gerakkan Kendari Bertanam, Lahan Kosong Dibidik Jadi Penghasil Pangan

708
×

Siska Karina Imran Gerakkan Kendari Bertanam, Lahan Kosong Dibidik Jadi Penghasil Pangan

Sebarkan artikel ini
Siska Karina Imran Gerakkan Kendari Bertanam, Lahan Kosong Dibidik Jadi Penghasil Pangan

KORANHeadline.com, KENDARI – Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat langkah pengendalian inflasi dengan mendorong pemanfaatan lahan kosong dan pekarangan sebagai sumber produksi pangan masyarakat.

Gerakan tersebut ditandai dengan penanaman bibit cabai di lahan percontohan milik Dinas Pertanian Kota Kendari, Jumat (21/8/2026), sebagai bagian dari program Kendari Bertanam.

Program ini diarahkan untuk meningkatkan produksi pangan lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan Kota Kendari. Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., mengatakan pemanfaatan lahan yang tersedia menjadi salah satu langkah strategis untuk menekan ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah.

“Ini upaya kita mengendalikan inflasi, meningkatkan produksi pangan, mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kota Kendari,” kata Siska.

Menurutnya, kebutuhan memperkuat produksi pangan lokal semakin mendesak karena Kota Kendari belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pangan masyarakat secara mandiri.

Karena itu, pemerintah mendorong produksi sejumlah komoditas strategis yang memiliki pengaruh terhadap pergerakan harga di pasaran, salah satunya cabai.

Siska mengungkapkan, harga cabai rawit saat ini telah mendekati Rp70 ribu per kilogram, sementara cabai keriting berada di kisaran Rp57 ribu per kilogram.

Kondisi tersebut, kata dia, harus direspons dengan langkah nyata melalui peningkatan produksi pangan berbasis masyarakat, termasuk mengoptimalkan lahan pekarangan.
“Walaupun kita tidak bisa swasembada pangan, minimal kita bisa menekan ketergantungan sehingga angka pengeluaran kita juga berkurang,” ujarnya.

OPD Diminta Ikut Bertanam
Tak hanya menyasar masyarakat dan kelompok tani, Siska juga mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Kendari untuk ikut menggerakkan program tersebut.

Setiap lahan kosong yang berada di lingkungan kantor maupun fasilitas pemerintah diminta dimanfaatkan untuk menanam berbagai komoditas pangan.

Menurutnya, gerakan Kendari Bertanam tidak membutuhkan lahan yang luas. Masyarakat maupun OPD dapat memanfaatkan polybag, pot hingga ruang kosong yang tersedia.
“Kalau ada polybag, pot, atau apa saja yang ada space-nya, bisa kita manfaatkan supaya bisa lebih berbenah wilayah kita,” katanya.

Selain membantu mengendalikan inflasi, pemanfaatan pekarangan juga dinilai dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan nyaman.

Produktivitas Lahan Digenjot
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari Imran Ismail menjelaskan, penanaman cabai di lahan percontohan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program Kendari Bertanam Tahun Anggaran 2026.

Sebelumnya, Dinas Pertanian telah mencoba menanam jagung di lahan tersebut. Namun, hasil yang diperoleh belum optimal sehingga dilakukan sejumlah upaya untuk meningkatkan produktivitas lahan.

Pengolahan lahan dilakukan menggunakan teknologi sederhana, mulai dari penggunaan traktor roda empat, pembuatan bedengan hingga pemasangan mulsa.

Tanaman cabai yang ditanam juga dilengkapi pelindung berbahan bambu untuk mengurangi paparan panas secara langsung sehingga diharapkan mampu mendukung pertumbuhan tanaman.

Selain penanaman cabai, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian kepada petani serta gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kecamatan Baruga.

Bantuan tersebut berupa satu unit traktor roda empat dan satu unit traktor roda dua. Imran mengatakan bantuan tersebut merupakan dukungan dari Kementerian Pertanian pascabanjir yang melanda Kota Kendari.

Bantuan tambahan juga dipastikan menyusul, di antaranya traktor roda empat, traktor roda dua, pompa air dan sprayer elektrik.

Penguatan sektor pertanian Kota Kendari juga mendapat dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui pembangunan jaringan irigasi tersier di tujuh lokasi serta rehabilitasi jaringan irigasi di Amohalo.

Berbagai intervensi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperluas lahan pangan produktif di wilayah Kota Kendari.

Pemkot Kendari menargetkan program Kendari Bertanam tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial penanaman, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan pemerintah, kelompok tani hingga masyarakat.

Dengan semakin banyaknya lahan yang produktif, Pemkot Kendari optimistis ketahanan pangan daerah dapat semakin kuat, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah berkurang dan tekanan inflasi, khususnya dari komoditas pangan, dapat ditekan secara lebih efektif. (red)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *