Pendidikan

21 Siswa SMKN 2 Kendari Digembleng Bahasa dan Budaya Jepang, Disiapkan Tembus Dunia Kerja Internasional

934
×

21 Siswa SMKN 2 Kendari Digembleng Bahasa dan Budaya Jepang, Disiapkan Tembus Dunia Kerja Internasional

Sebarkan artikel ini
Kepala SMKN 2 Kendari, Ahmad Mustapa, S.Pd., M.Pd.

KORANHeadline.com, KENDARI – Sebanyak 21 siswa SMKN 2 Kendari mengikuti pemusatan pelatihan bahasa Jepang dan budaya Jepang sebagai bagian dari upaya mempersiapkan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar mampu bersaing dan terserap di dunia kerja internasional.

Program tersebut menjadi langkah strategis sekolah dalam membekali siswa dengan kemampuan bahasa sekaligus pemahaman budaya sebelum nantinya mengikuti tahapan seleksi untuk bekerja di luar negeri, khususnya Jepang.

Kepala SMKN 2 Kendari, Ahmad Mustapa, S.Pd., M.Pd., mengatakan, para siswa telah mengikuti pelatihan bahasa Jepang di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) selama kurang lebih satu bulan. Secara keseluruhan, pelatihan tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan.

“Anak-anak kami sudah terlibat secara langsung dalam pelatihan tersebut. Mereka didominasi dari jurusan Desain Bangunan, kemudian ada jurusan Permesinan, Teknik Sepeda Motor, dan Teknik Listrik,” ujar Ahmad Mustapa.

Menurutnya, 21 siswa tersebut merupakan hasil seleksi internal yang dilakukan pihak sekolah. Proses seleksi tidak hanya mempertimbangkan kemampuan akademik, tetapi juga prestasi, kondisi fisik dan kesehatan, serta kesiapan dan persetujuan orang tua.

“Kami utus sesuai hasil seleksi yang kami lakukan di tingkat sekolah. Kami melihat kemampuan anak, prestasi di sekolah, kondisi fisik dan kesehatan, serta kemauan dan persetujuan orang tua untuk mengikuti pelatihan bahasa dan budaya Jepang,” jelasnya.



Ahmad menambahkan, pelatihan tersebut merupakan tahap awal sebelum siswa mengikuti seleksi lanjutan sesuai kebutuhan perusahaan atau dunia kerja di Jepang. Siswa yang lolos seluruh tahapan seleksi nantinya berpeluang ditempatkan pada perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja sesuai kompetensinya.

“Sebetulnya mereka sekitar 60 orang yang mengikuti proses awal, tetapi berdasarkan hasil seleksi, porsi untuk SMKN 2 Kendari sebanyak 21 orang. Kami melakukan penyaringan berdasarkan kriteria dan standar yang telah diberikan,” ungkapnya.

Menariknya, para peserta merupakan siswa yang saat ini duduk di kelas XI.
Dengan mengikuti pembekalan sejak dini, sekolah berharap ketika mereka menyelesaikan pendidikan tahun depan, siswa sudah memiliki bekal bahasa, budaya, kompetensi kejuruan, dan kesiapan mental untuk memasuki dunia kerja.

“Ini upaya sekolah untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak kami. Insyaallah, mereka yang hari ini duduk di kelas XI, ketika tahun depan dinyatakan lulus, sudah bisa terserap di dunia kerja,” katanya.

Ia menegaskan, program tersebut juga merupakan bentuk dukungan SMKN 2 Kendari terhadap program pemerintah dalam meningkatkan serapan lulusan SMK, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Ini juga upaya SMKN 2 Kendari dalam menyikapi program pemerintah, khususnya program Pak Gubernur, bagaimana lulusan-lulusan SMK ini bisa terserap di dunia kerja, baik secara nasional maupun internasional,” tuturnya.

Ahmad menyebutkan, SMKN 2 Kendari juga telah memiliki pengalaman dalam mengantarkan alumninya bekerja di luar negeri. Bahkan, terdapat alumni yang telah bekerja di Jepang dan ada pula yang sedang menjalani proses keberangkatan.

“Alumni kami sudah banyak yang bekerja ke luar negeri. Tahun kemarin ada yang sudah bekerja di Jepang, dan sebelumnya juga sudah ada alumni yang berangkat,” pungkasnya. (red/id)















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!