Daerah

Kisah Aulya Shanum Menggugah, Kadinkes Sultra Siapkan Dukungan Pengobatan di Jakarta

225
×

Kisah Aulya Shanum Menggugah, Kadinkes Sultra Siapkan Dukungan Pengobatan di Jakarta

Sebarkan artikel ini
dr. Andi Edy Surahmat

KORANHeadline.com, KENDARI – Perjuangan Aulya Shanum, seorang anak asal Kota Kendari yang tengah berjuang melawan penyakit langka dan membutuhkan transplantasi hati, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Melalui Dinas Kesehatan Sultra, berbagai langkah mulai disiapkan untuk meringankan beban keluarga selama menjalani proses pengobatan di Jakarta.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, dr. Andi Edy Surahmat, saat ditemui awak media di Kantor Dinas Kesehatan Sultra, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, persoalan yang dialami Aulya bukan sekadar urusan kesehatan, tetapi juga persoalan kemanusiaan yang membutuhkan perhatian dan gotong royong semua pihak.

dr. Andi Edy mengapresiasi media yang telah menyampaikan informasi mengenai kondisi Aulya. Ia menilai, peran media sangat penting dalam menjembatani komunikasi antara masyarakat dan pemerintah sehingga kebutuhan pasien dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.

“Dengan adanya informasi ini, kami bisa memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi pasien dan kebutuhan yang diperlukan. Karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media yang telah memberikan perhatian,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Dinas Kesehatan Sultra telah menjalin komunikasi dengan ibu Aulya, Lyana, untuk mengetahui perkembangan kesehatan putrinya sekaligus membahas bentuk bantuan yang dapat diberikan pemerintah daerah.

Salah satu bantuan yang tengah disiapkan adalah penyediaan tempat tinggal bagi keluarga pasien selama menjalani pengobatan di Jakarta. Menurut dr. Andi Edy, keluarga dapat memanfaatkan kantor perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara di Jakarta sehingga biaya akomodasi selama mendampingi Aulya dapat ditekan.

“Insyaallah ini bisa membantu keluarga pasien. Bahkan jika dalam waktu dekat saya berada di Jakarta, saya akan menyempatkan diri mengunjungi Aulya dan Ibu Lyana untuk memberikan dukungan secara langsung,” katanya.

Terkait bantuan biaya operasional pengobatan, ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah tetap harus mengacu pada regulasi dan mekanisme penggunaan anggaran yang berlaku. Meski demikian, pihaknya akan terus mencari berbagai alternatif agar kebutuhan pasien dapat terpenuhi sesuai ketentuan.

“Kami akan mengupayakan solusi terbaik sesuai aturan yang ada. Yang terpenting adalah bagaimana keluarga pasien tetap mendapatkan pendampingan dan dukungan selama proses pengobatan berlangsung,” jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Andi Edy menegaskan bahwa kondisi Aulya akan menjadi salah satu perhatian yang akan disampaikan kepada Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, agar dapat dibahas lebih lanjut dan dicarikan solusi bersama.

“Bagaimanapun ini adalah masyarakat Sulawesi Tenggara yang membutuhkan pertolongan. Saya akan mencoba membicarakan hal ini dengan Bapak Gubernur. Insyaallah jika ada kesempatan bertemu dalam waktu dekat, persoalan ini akan saya sampaikan,” tutupnya.

Langkah yang diambil Dinas Kesehatan Sultra diharapkan dapat memberikan harapan baru bagi Aulya Shanum dan keluarganya, sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang tengah menghadapi persoalan kesehatan serius. (ref)







Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!