Daerah

Sinergi Lestarikan Budaya dan Literasi Keuangan: BI Sultra dan Balai Bahasa Luncurkan Buku CBP Rupiah Dwibahasa

2386
×

Sinergi Lestarikan Budaya dan Literasi Keuangan: BI Sultra dan Balai Bahasa Luncurkan Buku CBP Rupiah Dwibahasa

Sebarkan artikel ini
Edwin Permadi saat sambutan.

KORANHeadline.com, KENDARI – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tenggara bersama Balai Bahasa Sultra resmi meluncurkan langkah strategis dalam penguatan sistem pembayaran dan literasi budaya di Bumi Anoa.

Sinergi ini ditandai dengan penyerahan secara simbolis Buku Cerita Anak Dwibahasa “Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah” kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kendari.

Baca Juga :  Kontribusi Nyata, UD Putra Gangga Berbagi 100 Paket Sembako ke Warga Kurang Mampu

​Penyerahan buku tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Kick-off SERAMBI (Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idulfitri) 2026 yang berlangsung meriah di Kendari.

​Kepala Perwakilan BI Sultra, Erdwin Permadi, mengungkapkan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk akselerasi nyata untuk mengenalkan nilai-nilai kebangsaan melalui mata uang rupiah sekaligus menjaga kelestarian bahasa daerah di Sulawesi Tenggara.

Baca Juga :  Petugas Lapas Kendari Berhasil Gagalkan Penyelundupan Barang Diduga Sabu Didalam Sabun Batang

​”Penyerahan ini menandakan dimulainya distribusi Buku Cerita Anak Dwibahasa CBP Rupiah sebagai bahan ajar kepada anak usia dini di sekolah-sekolah dasar yang berada di Kota Kendari,” ujar Erdwin di sela kegiatan, Rabu (18/2/2026).

​Langkah inovatif ini menggabungkan dua misi utama: edukasi finansial dan pelestarian identitas lokal. Melalui media buku cerita dwibahasa, anak-anak diharapkan tidak hanya memahami cara memperlakukan Rupiah dengan baik (Cinta, Bangga, Paham), tetapi juga semakin gemar menuturkan bahasa daerah sebagai warisan leluhur.

Baca Juga :  Sempat Ditunda, Musda Golkar Sultra XI Siap Digelar 2 November: Momentum Perkuat Soliditas

​Kehadiran buku ini diharapkan menjadi instrumen edukasi yang menyenangkan di ruang kelas, sehingga karakter positif dan rasa nasionalisme terhadap simbol negara dapat tertanam kuat sejak usia dini. (red/ID)

















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *