KORANHeadline.com, KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus memperkuat upaya menjaga ketahanan pangan menjelang bulan suci Ramadan. Melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang), Pemkot menjalin kolaborasi strategis dengan Baznas Kota Kendari untuk menyukseskan Gerakan Pangan Murah (GPM) guna menjaga daya beli masyarakat.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan harga pangan tetap stabil di tengah potensi fluktuasi harga yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.
Kepala Baznas Kota Kendari, Drs. H. Amri Natsir, M.Si, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan bantuan subsidi untuk mendukung program ini.
”Sama seperti tahun lalu, kami memberikan subsidi untuk 2,5 ton beras yang disalurkan melalui Gerakan Pangan Murah. Ini adalah bentuk dukungan nyata kami senilai kurang lebih Rp20 juta untuk meringankan beban masyarakat menghadapi Ramadan,” ujarnya, Selasa (27/1).
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Ketapang Kota Kendari, Abdul Rauf, menjelaskan bahwa inisiatif ini dirancang agar masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok.
”Kami ingin masyarakat tersenyum dan gembira menyambut hari besar keagamaan. Karena kebutuhan pasti meningkat, kami hadir untuk memastikan harga-harga tetap terkendali,” jelas Abdul Rauf.
Perluas Jangkauan ke Kelurahan
Sebelumnya, Dinas Ketapang telah melakukan aksi “jemput bola” melalui GPM Mandiri di 10 kelurahan. Untuk memperluas jangkauan manfaatnya, Pemkot Kendari juga menggandeng Bank Indonesia (BI).
Acara puncak GPM ini rencananya akan dibuka secara resmi oleh Pj Wali Kota Kendari di Halaman Kantor Wali Kota pada 9 hingga 13 Februari 2026.
Tak berhenti pada acara seremoni, Abdul Rauf menegaskan bahwa pengawasan dan penetrasi pasar akan terus dilakukan hingga memasuki bulan puasa. Pihaknya siap turun langsung ke tingkat kecamatan dan kelurahan berdasarkan permintaan wilayah.
”Setelah pembukaan, kami akan berkoordinasi dengan para Camat dan Lurah untuk menentukan titik-titik pelaksanaan GPM di wilayah masing-masing. Ini adalah langkah antisipasi kami agar tidak terjadi kenaikan harga yang signifikan selama bulan puasa,” pungkasnya. (red/ID)















