Advetorial

Permudah Akses Masyarakat, Pemprov Upayakan Pembukaan Rute Baru Feri Torobulu-Tondasi

415
×

Permudah Akses Masyarakat, Pemprov Upayakan Pembukaan Rute Baru Feri Torobulu-Tondasi

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Angkutan Pelayaran Dishub Sultra, Muhammad Jalil Alfin Razak, S.H, M.E.

KORANHeadline.com, KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) tengah mengupayakan pembukaan lintasan atau rute baru untuk Kapal Feri Torobulu-Tondasi.

Langkah ini dinilai tepat dalam mempermudah akses layanan kepada masyarakat, terutama dalam memperpendek waktu tempuh penumpang dari Muna Barat (Mubar) ke Torobulu ataupun sebaliknya Torobulu ke Muna Barat.

Pelabuhan Torobulu Kabupaten Konawe Selatan di foto dari atas. Foto: Istimewa

Kepala Bidang Angkutan Pelayaran Dishub Sultra, Muhammad Jalil Alfin Razak, S.H, M.E mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya konsen terhadap ekspansi pembukaan lintasan atau rute baru untuk kapal feri, khususnya rute Torobulu-Tondasi.

“Dengan catatan, pelabuhannya sudah siap dan atau akan dikembangkan oleh pemerintah kabupaten setempat. Kalau bukan pemerintah kabupaten setempat, bisa juga pelabuhan yang sudah existing milik pemerintah provinsi,” ujar Muhammad Jalil, Rabu (20/11/2024).

Tampak Kapal Feri yang beroperasi rute Torobulu-Tampo Kabupaten Muna.

Untuk rute Torobulu-Tondasi kata dia, jika sudah memenuhi syarat, apalagi sarana pra sarana dan dermaga penyeberangan sudah ada di Torobulu dan Tondasi, pihaknya mengupayakan kapal feri bisa beroperasi di rute tersebut.

Baca Juga :  Ketua DWP DPMPTSP Sultra, Iffah Parinringi Sabet Penghargaan Penampilan Terbaik di Ajang Fashion Show Busana Tenun

“Kita tunggu dulu (persetujuan, red) Pj Gubernur, karena beliau masih sibuk terkait Pilkada dan lainnya. Kita tunggu tahun depan, apalagi Pemda Mubar melalui ABPD siap memberikan subsidi kapal feri,” ungkapnya.

Kalau kapal ferinya sudah siap, sambung Muhammad Jalil, pihaknya siap membuka lintasan atau rute tersebut sehingga masyarakat dari Muna Barat atau dari Kendari tidak lagi menghabiskan waktu 1 jam setengah jika melawati Tampo.

“Itu menurut mereka masyarakat, jadi terbantu. Kemudian biayanya lebih murah. Kan lumayan anak mahasiswa dari Muna Barat dan sekitarnya tidak melalui Tampo dan Raja lagi, lebih cepat waktunya. Ini membantu juga dan semua sudah terkonektivitas,” beber ASN yang memulai karir di Kementerian Perhubungan tersebut.

Kantor Dinas Perhubungan Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa

Lebih lanjut Muhammad Jalil menyebut, semua pulau-pulau di Sulawesi Tenggara sudah bisa terhubung. Mulai dari Kebaena, Wakatobi Wangiwamgi Kaledupa Tomia Binongko, termasuk daerah Muna, Buton dan Wawonii. “Bisa dilihat pulau-pulau di Sultra yang belum terhubung yang mana, supaya kita carikan solusi,” cetus Muhammad Jalil.

Baca Juga :  Terlibat dalam Posko Terpadu Angkutan Nataru 2024, Dewi Aryani Suzana Beberkan Peran Kurusial Jasa Raharja

Ia mencontohkan, rute penyeberangan yang sudah beroperasi yakni Labuan-Sawapatani atau Sawaea namun belum dilalui kapal feri. Dimana, pelabuhan Labuan milik pemerintah provinsi sedangkan penyeberangan di Sawapatani milik Pemda Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep).

“Mereka punya rencana mendatangkan kapal feri sandar di dermaga situ, dengan ekspansi kedepan dibuatkan dermaga konstruksi plan setengah dan itu sudah berjalan satu tahun. Kita sudah buka ketetapan lintasan, ketatapan tarifnya, pengoperasian kapalnya melalui keputusan Gubernur Sultra,” ungkapnya lagi.

Termasuk, sambung Jalil, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPTD Kelas II Sultra untuk kapal yang akan beroperasi disitu  agar disubsidi. “Istilahnya kapal perintis penyeberangan. Saya cek kemarin pelabuhan penyeberangan Sawea itu yang konstruksi plan setengah sementara di bangun progresnya sudag baik, sisa tunggu saja penyelesaiaan fisiknya,” paparnya.

“Berarti kapal feri yang berlayar dari Labuan ke Sawea itu sudah bisa dimuat kendaraan roda dua atau roda empat yang sebelumnya hanya roda dua dan penumpang saja,” beber Muhammad Jalil.

Baca Juga :  Bangunan Fisik Tuntas 100 Persen, Dinas Cipta Karya Sultra Kini Fokus Finishing Aula Korem

Sebagai bentuk dukungan pembukaan rute baru di Sultra, belum lama ini
Dishub Sultra bersama Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Lapuko, tepatnya pada 16 November lalu melakukan Uji Coba Sandar di Pelabuhan Munse, Konawe Kepulauan.

Muhammad Jalil menyampaikan bahwa
Uji Coba Sandar kapal menggunakan kapal perintis berdasarkan permintaan Pemerintah Daerah (Pemda) Konkep kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui KUPP Lapuko sebagai unit pelaksana teknis, dengan harapan kedepan pelabuhan ini dapat menjadi jalur kapal perintis.

“Uji sandar kapal di pelabuhan Munse sudah dilaksanakan 16 November lalu. Alhamdulillah kapal bisa sandar dengan aman dan lancar. Uji sandar ini merujuk pada permintaan Pemda Konkep kepada KUPP Lapuko dengan harapan kedepan, dengan masuknya kapal di daerah ini dapat mendorong perekonomian masyarakat di Konawe Kepulauan,” pungkasnya. (ADV)

 

 

 

 

 

 

 

















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!