KORANHeadline.com, KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sumangerukka (ASR) berkomitmen penuh untuk meningkatkan ketahanan pangan daerah. Target ambisius pun ditetapkan, yakni mendorong produksi padi sawah di Bumi Anoa mencapai angka 1 juta ton per tahun.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra, Muhammad Taufik, menyatakan bahwa pihaknya tengah bergerak cepat menindaklanjuti arahan Gubernur. Fokus utama saat ini adalah melakukan identifikasi dan intervensi pada lahan-lahan dengan Indeks Penanaman (IP) yang masih rendah.
Taufik menjelaskan bahwa rata-rata IP di Sultra saat ini masih berada di angka 1,8. Artinya, banyak lahan baku sawah yang dalam setahun belum mencapai dua kali masa tanam.

”Jika kita punya lahan baku sawah 100.000 hektar dengan IP 1,8, maka luas panen kita baru 180.000 hektar. Target kita adalah menaikkan indeks ini menjadi IP 2 atau bahkan IP 3, sehingga luas panen bisa mencapai 200.000 hektar atau lebih dari lahan yang sama,” jelas Taufik kepada KORANHeadline.com, baru-baru ini.
Untuk mencapai target tersebut, Distanak akan memprioritaskan perbaikan pada sawah yang saat ini hanya bisa ditanami satu kali dalam setahun (IP 1).
Dalam upaya transformasi ini, Pemprov Sultra mendapat dukungan besar dari anggaran APBN melalui Kementerian Pertanian. Dana tersebut akan dialokasikan untuk berbagai infrastruktur penunjang pertanian, antara lain, Cetak Sawah Rakyat Baru: Memperluas areal lahan produktif.
“Kita juga akan melakukan rehabilitasi dan optimalisasi lahan, memulihkan kualitas tanah agar siap tanam. Kemudian, infrastruktur pengairan, pembangunan dan rehabilitasi irigasi untuk menjamin ketersediaan air. Terakhir jalan usaha tani, mempermudah akses distribusi dan mobilisasi alat pertanian,” ungkap Taufik.
Hasil rapat koordinasi terbaru memutuskan bahwa pemerintah akan melakukan inventarisasi mendalam untuk menentukan titik prioritas pembangunan. Sawah-sawah yang masih memiliki kendala teknis sehingga hanya bisa panen sekali setahun akan menjadi sasaran utama perbaikan irigasi dan rekonstruksi lahan.
”Mumpung ada dukungan anggaran dari pusat, kita fokuskan pada sawah-sawah yang masih indeks penanamannya satu. Kita benahi irigasinya dan optimalkan lahannya agar target 1 juta ton ini segera terwujud,” pungkas Taufik. (red/ID)















