Daerah

Pemprov dan BPJS Kesehatan Teken MoU: RS Jantung Oputa Yi Koo Mulai Layani Pasien JKN

3173
×

Pemprov dan BPJS Kesehatan Teken MoU: RS Jantung Oputa Yi Koo Mulai Layani Pasien JKN

Sebarkan artikel ini
Pemprov dan BPJS Kesehatan Teken MoU: RS Jantung Oputa Yi Koo Mulai Layani Pasien JKN.

KORANHeadline.com, KENDARI — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memperkuat komitmen pelayanan kesehatan masyarakat melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama BPJS Kesehatan untuk mendukung penyelenggaraan Universal Health Coverage (UHC) dan pembiayaan layanan kesehatan di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Oputa Yi Koo.

Penandatanganan MoU berlangsung di pelataran Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Oputa Yi Koo, Jumat (21/11/2025).

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan di Bumi Anoa.

“Saya menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan akses masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Oputa Yi Koo, sekaligus meningkatkan jumlah kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional di Provinsi Sulawesi Tenggara,” ungkapnya.

Rumah Sakit Oputa Yi Koo diproyeksikan menjadi rumah sakit rujukan di kawasan timur Indonesia dengan layanan unggulan jantung dan pembuluh darah, stroke dan uronefrologi. Rumah sakit tersebut dilengkapi teknologi tinggi, seperti Cathlab Hybrid yang mampu menangani bedah jantung dan bedah saraf.

Baca Juga :  Kadin Sultra-Pemda Kolaka Utara Kompak Tekan Inflasi Lewat Pasar Murah, Berikut Titik Lokasinya

Saat ini proporsi pelayanan yang dijalankan yaitu 60% layanan sesuai kekhususan (jantung dan pembuluh darah) dan 40% layanan kesehatan di luar kekhususan.

Rumah sakit telah membuka layanan rawat jalan dan IGD sejak akhir 2023, mulai merawat rawat inap pada Februari 2024, dan berhasil melakukan operasi jantung pertama pada November 2024 bekerja sama dengan RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita melalui pembiayaan program SIHREN.

Mulai 1 Desember 2025 Pasien Bisa Gunakan BPJS

Lewat MoU yang ditandatangani hari ini, Rumah Sakit Oputa Yi Koo mulai menerima pembiayaan BPJS Kesehatan pada 1 Desember 2025.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Oputa Yi Koo, dr. Sukirman, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan fasilitas dan sistem pelayanan untuk memenuhi standar BPJS agar masyarakat mendapat layanan terbaik.

“Kami terus memaksimalkan sarana, prasarana, dan SDM. Tidak hanya teknologi bedah jantung dan saraf, tetapi juga sistem aplikasi pelayanan agar peserta BPJS bisa mendapatkan layanan cepat, tepat dan manusiawi. Target kami bukan hanya mengobati, tapi memberikan perawatan menyeluruh secara fisiologis dan psikologis,” jelasnya.

Baca Juga :  Semangat Tahun Baru, Indosat Ooredoo Hutchison Catatkan Kenaikan Trafik Data Harian Tertinggi 8,9 Persen

Mantan Dirut RSUD Kota Kendari juga menegaskan bahwa kehadiran BPJS Kesehatan akan membuat layanan spesialis jantung semakin mudah dijangkau masyarakat.

“Banyak pasien jantung selama ini terkendala biaya. Dengan adanya BPJS, masyarakat bisa mendapatkan layanan tanpa terbebani biaya besar. Ini terobosan besar untuk kesehatan masyarakat Sulawesi Tenggara,” tambahnya.

BPJS Kesehatan Siap Perluas Akses Pelayanan di Sultra

Ditempat sama, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kendari, Rinaldi Wibisono, menyampaikan bahwa kerja sama ini bukan hanya meningkatkan akses layanan, tetapi memastikan peserta JKN memperoleh perlindungan kesehatan komprehensif.

“Sampai sekarang cakupan kepesertaan JKN di Provinsi Sulawesi Tenggara telah mencapai 100,49% dari total penduduk. Namun tugas kita belum selesai. Tantangan ke depan adalah mempertahankan keaktifan peserta dan memastikan fasilitas kesehatan memberikan pelayanan yang berkualitas,” jelasnya.

“Keberhasilan JKN bukan hanya pekerjaan BPJS. Dibutuhkan dukungan penuh pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat. Kami berharap rumah sakit Oputa Yi Koo menjadi role model layanan kesehatan jantung berbasis JKN di kawasan timur Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Dana Desa, Polres Konsel Tetapkan Kades Puupi Sebagai Tersangka

BPJS juga siap memperkuat asistensi dan digitalisasi layanan agar proses rujukan, pendaftaran, hingga tindak lanjut medis berjalan cepat dan tanpa hambatan.

Penandatanganan MoU UHC tahun 2026 juga digelar pada kesempatan yang sama. Program ini memastikan seluruh masyarakat bisa mengakses layanan kesehatan kapan saja tanpa hambatan biaya.

Gubernur berharap keberlanjutan program UHC dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara merata.

“Program ini sangat penting untuk membangun Sulawesi Tenggara yang adil, inklusif, dan sejahtera. Kita ingin semua masyarakat, dari kota sampai pelosok, mendapatkan hak pelayanan kesehatan tanpa kecuali,” ujar Gubernur.

Di akhir kegiatan, Gubernur mengucapkan apresiasi kepada BPJS Kesehatan dan seluruh pihak yang berkontribusi.

“Mari kita terus bersinergi dalam mewujudkan Sulawesi Tenggara yang maju, aman, sejahtera dan religius,” tutupnya. (red/ID)

















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!