Ekobis

Pangkas Waktu dan Biaya, Pelindo Regional IV Kendari Resmi Mulai Layanan Direct Export ‎

2162
×

Pangkas Waktu dan Biaya, Pelindo Regional IV Kendari Resmi Mulai Layanan Direct Export ‎

Sebarkan artikel ini
Herryanto.

KORANHeadline.com,KENDARI – Langkah besar ditunjukkan oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional IV Cabang Kendari dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

‎Untuk pertama kalinya, Pelindo Kendari melakukan pelepasan direct export atau ekspor langsung sebanyak 46 kontainer berisi vero nikel dengan negara tujuan Lianyunggang, China, tanpa harus melalui pelabuhan transit.

‎​General Manager PT Pelindo Regional IV Cabang Kendari, Herryanto, menyatakan bahwa momentum ini merupakan tonggak sejarah bagi pelabuhan di Kendari.

‎Selama ini, ekspor asal Sulawesi Tenggara harus melalui proses double handling di Makassar, Surabaya, atau Jakarta, yang membuat data ekspor tidak tercatat atas nama daerah sendiri.

‎​”Dulu kita cuma dapat ‘ampasnya’ karena ekspor kita dicatat di Makassar atau Jakarta. Sekarang, melalui direct export, kontainer langsung datang ke Kendari dan berangkat langsung ke negara tujuan. Secara otomatis, pendapatan daerah melalui Bea Cukai kini tercatat untuk daerah kita,” tegas Herryanto di Kendari, Rabu (28/1).

‎​Selain memangkas birokrasi pengiriman, Pelindo Kendari juga menunjukkan peningkatan performa layanan yang signifikan. Saat ini, kecepatan bongkar muat mencapai 25 boks per jam. Hal ini berdampak drastis pada waktu sandar kapal (port stay).

‎​”Dulu kapal harus bersandar 2 hingga 3 hari, sekarang cukup 16 jam saja di tambatan sudah bisa berangkat. Begitu juga dengan pergerakan truk (truck loss time), dari masuk hingga keluar pelabuhan rata-rata hanya membutuhkan waktu 20 menit,” tambahnya.

‎​Kehadiran kapal internasional asal China yang rutin bersandar di Kendari menjadi stimulus bagi pelaku usaha. Herryanto mencontohkan, PT Ceria saat ini mampu menjamin pasokan 50 kontainer per minggu atau sekitar 200 kontainer per bulan.

‎​Kini, tantangan beralih kepada optimalisasi komoditas lokal lainnya agar kuota kontainer yang tersedia selalu terisi. Pelindo berharap langkah ini diikuti oleh pengusaha komoditas unggulan Sultra lainnya.

‎​”Kapalnya sudah ada, kontainernya sudah tersedia di sini. Kami sangat berharap komoditi seperti cengkeh, pala, kopra, dan kelapa bisa segera mengikuti jalur ekspor langsung ini. Kami terus mengonsolidasikan ini bersama Pemerintah Kota dan para pelaku usaha ekspor-impor agar roda ekonomi Sultra bergerak lebih cepat,” tutup Herryanto. (red/ID)

Baca Juga :  Bank Sultra Sabet Penghargaan Top BUMD 2025 Diajang Indonesia Best BUMD Awards
















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!