KORANHeadline.com, KENDARI – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Kendari mulai memanaskan mesin menjelang bulan suci Ramadan 2026.
Guna mengoptimalkan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), Baznas menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) pengumpulan dan pelaporan bagi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masjid-masjid se Kota Kendari, Rabu (28/1/2026).
Ketua Baznas Kota Kendari, Drs. H. Amri Natsir, M.Si, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan strategi utama untuk menggali potensi zakat di Kota Lulo yang sangat besar. Menurutnya, literasi dan peran aktif pengurus masjid menjadi kunci utama dalam menjangkau para muzaki (pembayar zakat).

Ketua Baznas Kota Kendari, Drs. H. Amri Natsir, M.Si saat membawakan materi.
”Potensi zakat di masyarakat kita sebenarnya cukup besar, sekitar Rp2,92 miliar per tahun. Saya yakin orang-orang mampu di Kota Kendari mayoritas adalah jemaah masjid. Jika UPZ Masjid mampu menyampaikan informasi dengan baik dan mengumpulkan zakat dari mereka, maka target kita akan tercapai,” ujar Amri di sela-sela kegiatan.
Baznas Kota Kendari menetapkan target yang cukup ambisius untuk tahun 2026, yakni sebesar Rp6 miliar. Angka ini meningkat signifikan dibanding target tahun 2025 yang dipatok sebesar Rp4 miliar.
Amri menjelaskan bahwa pada tahun 2025, realisasi pengumpulan mencapai angka Rp2,8 miliar atau sekitar 71% dari target. Meski belum mencapai angka maksimal, ia optimis melalui penguatan UPZ dan pertemuan rutin seperti Bimtek ini, target Rp6 miliar di tahun 2026 dapat terpenuhi.
Legalitas dan Perluasan UPZ
Pembentukan UPZ di tingkat masjid sendiri memiliki landasan hukum yang kuat, yakni Pasal 16 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, yang memberikan wewenang kepada Baznas di setiap tingkatan untuk membentuk unit pengumpul zakat.
Hingga saat ini, progres pembentukan UPZ di Kota Kendari terus menunjukkan tren positif, dari total hampir 500 masjid.
Sudah Terbentuk UPZ: Lebih dari 200 masjid.
”Mudah-mudahan tahun ini semua masjid sudah terbentuk UPZ-nya, sehingga zakat dari masyarakat dapat terkoordinasi dan terkumpul secara maksimal untuk kesejahteraan umat,” tutupnya.
Kegiatan Bimtek ini akan dilakukan beberapa tahap sehingga mencapai total 200 UPZ di Kota Lulo. (red/ID)















