KORANHeadline.com, KENDARI – La Ode Azhar dipercaya menahkodai Forum Kota Sehat Kota Kendari periode 2025-2027 usai dilantik oleh Wali Kota Kendari di Aula Samaturu Balai Kota Kendari, Rabu (18/6/2025).
La Ode Ashar tidak sendiri, ia dilantik bersama pengurus lainnya seperti Sekretaris Forum Kota Sehat Kota Kendari, La Ngkarisu SPd MH MHum dan bidang-bidang lainnya.
La Ode Azhar, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia berkomitmen untuk bekerjasama dengan berbagai pihak demi mencapai target dan indikator yang dibutuhkan untuk mendapatkan penghargaan Kota Sehat.
Pria yang juga Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari mengakui masih ada empat indikator yang perlu ditingkatkan, sementara satu indikator lainnya baru mencapai 76,3 persen.
“Secara keseluruhan, Kota Kendari saat ini berada di angka 89,8 persen, masih berada di kategori Wiwerda, hanya berjarak 2 persen dari kategori Wistara,” ungkap La Ode Azhar.
Ke depan, La Ode Azhar berencana untuk meningkatkan komunikasi dengan pemerintah pusat dan memastikan bahwa upaya yang dilakukan bukan hanya untuk mendapatkan penghargaan, tetapi juga untuk mewujudkan aksi nyata dan berkelanjutan demi kesehatan masyarakat Kota Kendari.
Ia juga berharap adanya fasilitasi bagi para pembina Forum Kota Sehat Kota Kendari untuk mendampingi tim ke Kementerian terkait.
“Tim berkomitmen untuk menunjukkan kepada pemerintah pusat bahwa seluruh indikator telah dijalankan dengan sungguh-sungguh, bukan hanya sekedar untuk penilaian,” ucapnya optimis.
Sementara Wali Kota Kendari, menyatakan kepuasannya atas terpilihnya La Ode Azhar sebagai ketua.
Ia menilai sosok La Ode Azhar telah mewakili DPRD dan masyarakat, memiliki sifat inklusif yang dibutuhkan untuk mencapai target penghargaan Wistara.
Penilaian lanjutan untuk program Kota Sehat masih akan dihadapi, dan dengan kepemimpinan La Ode Azhar, Wali Kota yakin target tersebut dapat dicapai.
“Program Kota Sehat sendiri merupakan program pemerintah pusat untuk mewujudkan wilayah dan masyarakat yang sehat dan sejahtera,” jelas Siska Karina Imran.
“Forum Kota Sehat berperan sebagai wadah untuk menyatukan dan melibatkan masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan berwawasan kesehatan,” tambahnya.
Siska mengungkapkan, program ini mengimplementasikan 9 indikator tatanan, meliputi Kehidupan Masyarakat Sehat Mandiri, Pemukiman dan Fasilitas Umum, Satuan Pendidikan, Pasar, Perkantoran dan Perindustrian, Pariwisata, Transportasi dan Tertib Lalulintas Jalan, Perlindungan Sosial, dan Penanggulangan Bencana.
“Di kepengurusan Kota Sehat yang baru ini kami optimis bisa meraih penghargaan Kota Sehat Kategori Wistara,” terang Walikota semangat. (red/id)















