KORANHeadline.com, KENDARI – Ketua Gerakan Pemuda Al Washliyah Sultra (GPA SULTRA), Muh Iksan Saranani, menyampaikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan Operasi Terpadu Pemulihan Kawasan Rawan Narkotika yang digelar serentak di Kota Kendari dan seluruh wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) pada 6-7 November lalu.
Operasi yang diinisiasi oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sultra, BNNK Kota Kendari, dan BNNK Konawe bersama Polres Konawe tersebut dinilai sebagai langkah krusial dalam upaya pemberantasan narkotika di Bumi Anoa.
Muh Iksan Saranani menyatakan, langkah yang diambil BNNP Sultra di bawah komando Brigjend Pol Adri Irniadi, S.IK., MH, merupakan sebuah tindakan yang sangat penting dan tepat sasaran.
“Kami sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan BNNP Sultra beserta jajaran BNNK Kota Kendari dan BNNK Konawe. Alhamdulillah, operasi terpadu ini berjalan lancar dan berhasil di seluruh wilayah provinsi Sulawesi Tenggara,” terang Iksan dalam keterangannya, Selasa (11/11).
Iksan menegaskan bahwa operasi ini tidak hanya penting secara regional, tetapi juga selaras dengan program prioritas nasional dan internal organisasi GPA.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari program Asta Cita dan perintah Presiden Prabowo Subianto. Ini juga sejalan dengan instruksi Kepala BNN RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, yang melibatkan seluruh wilayah Indonesia,” jelasnya.
Lebih lanjut, Iksan menambahkan bahwa dukungan penuh terhadap program BNN merupakan amanat organisasi.
“Dukungan ini sesuai dengan program 7 Ikrar Gerakan Pemuda Al Washliyah, serta arahan dan perintah Ketua Umum PP GPA, H. Aminullah Siagian, untuk mendukung program BNN di seluruh wilayah Indonesia,” tegasnya.
Ajakan Kolaborasi dan Keterlibatan Aktif
Atas dasar keselarasan program tersebut, Ketua GPA Sultra menyerukan dua hal penting. Pertama, ia meminta seluruh kader Pemuda Washliyah di Sultra untuk proaktif mengawal program tersebut.
Kedua, Iksan berharap BNNP Sultra dan lembaga terkait lainnya dapat memperluas kolaborasi di lapangan, khususnya dalam aspek pencegahan.
“Kami berharap BNNP Sultra dan lembaga lainnya bisa bersama-sama turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan terhadap wilayah yang masuk dalam kategori rawan atau pencegahan,” kata Iksan.
Ia secara khusus menawarkan kemitraan strategis dengan melibatkan organisasi yang fokus pada isu narkotika.
“Kami berharap BNNP Sultra dapat melibatkan organisasi yang memiliki program khusus di bidang penanggulangan narkotika. Gerakan Pemuda Al Washliyah sendiri memiliki program tersebut, dan itu bagian dari 7 Ikrar kami,” tawar Iksan.
Sebagai penutup, Muh Iksan Saranani meminta agar operasi pemberantasan narkotika tidak bersifat sementara, melainkan menjadi agenda rutin yang berkelanjutan untuk memastikan Sultra bersih dari narkoba.
“Kami meminta kepada BNNP Sultra, BNNK di seluruh kota/kabupaten, Polda Sultra, dan seluruh Polres di wilayah provinsi Sulawesi Tenggara untuk selalu menjalankan operasi terpadu pemulihan kawasan rawan narkotika ini setiap saat,” pungkasnya. (id/Red)















