Metro

Distan Kendari Dorong Produktivitas Lahan Pertanian Wujudkan Swasembada Pangan

477
×

Distan Kendari Dorong Produktivitas Lahan Pertanian Wujudkan Swasembada Pangan

Sebarkan artikel ini
Sahuriyanto bersama kepala OPD dan mitra saat panen Padi di Amohalo.

KORANHeadline.com, KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Pertanian (Distan) menargetkan tercapainya swasembada pangan pada tahun 2025 dengan fokus pada pengembangan padi sawah dan jagung.

Kepala Distan Kota Kendari, Sahuriyanto SP MSi mengungkapkan bahwa program ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terkait ketahanan pangan nasional .

Sahuriyanto

Untuk mencapai swasembada pangan, Kota Kendari akan fokus pada peningkatan produktivitas padi sawah. Saat ini, Kota Kendari telah berhasil melakukan panen dua kali di atas lahan seluas 320 hektar.

Targetnya adalah mencapai tiga kali panen pada tahun 2025, yang akan meningkatkan luas lahan menjadi 800 hektar.

Baca Juga :  Lewat Program Polri Peduli Budaya Literasi, Polsek Asera Bagikan Buku Bacaan Kepada Para Siswa

Guna mencapai target ini, Dinas Pertanian Kota Kendari akan bekerja sama dengan TNI dalam pengembangan padi sawah di Kawasan Amohalo, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga.

Selain padi, Kota Kendari juga akan meningkatkan produksi jagung. Dinas Pertanian Kota Kendari telah melakukan survei di wilayah Kambu dan menemukan potensi lahan untuk menanam jagung seluas 24 hektar.

Saat ini, Kota Kendari telah menggarap enam hektar lahan di Kambu dan rencananya akan ada penanaman jagung serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 22 atau 23 Februari 2025, yang akan dilaunching oleh Menteri Pertanian dan Kapolri.

Baca Juga :  Empat Ketua PC Japnas Kabupaten Kota Lolos Fit And Proper Test, PW Jadwalkan Pelantikan Diakhir November

Di Kota Kendari, penanaman jagung serentak akan dilakukan di Kawasan Kecamatan Kambu.

Dinas Pertanian Kota Kendari menargetkan untuk membuka lahan baru seluas 88 hektar pada tahun 2025, sehingga total lahan jagung akan mencapai 388 hektar.

“Dengan masa panen jagung hanya tiga bulan, diharapkan dapat dilakukan empat kali panen per tahun,” ungkap Sahuriyanto.

Dinas Pertanian Kota Kendari juga menjamin pasar dan harga jual jagung. Jagung yang dihasilkan akan dipasarkan melalui Bulog dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya, yaitu Rp 10.000 per kilogram, dibandingkan dengan harga sebelumnya yang hanya Rp 5.000 per kilogram.

Baca Juga :  Jasa Raharja Dorong Pengembangan UMKM Mitra Binaan

Program swasembada pangan di Kota Kendari pada tahun 2025 merupakan prioritas utama. Dengan fokus pada pengembangan padi sawah dan jagung, serta kerja sama dengan TNI dan Polri, Kota Kendari optimis dapat mencapai target swasembada pangan.

Selain itu, jaminan pasar dan harga jual yang lebih tinggi melalui Bulog akan memberikan keuntungan bagi para petani.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan di Kota Kendari dan berkontribusi pada pencapaian swasembada pangan nasional. (red/id)

















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!