Advetorial

Dinas Cipta Karya Sultra Optimis Gerbang Perbatasan Konawe-Koltim Tuntas Desember

342
×

Dinas Cipta Karya Sultra Optimis Gerbang Perbatasan Konawe-Koltim Tuntas Desember

Sebarkan artikel ini
Pembangunan gerbang perbatasan yang menghubungkan Kabupaten Konawe dan Kolaka Timur (Koltim). Ist

KORANHeadline.com, KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) melalui Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang optimis pembangunan gerbang perbatasan antara Kabupaten Konawe dan Kolaka Timur (Koltim) tuntas Desember ini.

Pengerjaan yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tersebut kini tengah memasuki tahap kedua. Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra, Dr. Ir. Martin Effendi Patulak, M.Si berharap proyek ini akan selesai tepat waktu pada Desember tahun ini.

Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra, Dr. Ir. Martin Effendi Patulak, M.Si.

Bisa dibilang, pembangunan ini merupakan bagian dari upaya Pemprov dalam memodernisasi infrastruktur wilayah Sulawesi Tenggara. Tentu bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan menegaskan batas-batas administrasi antar kabupaten.

Martin Efendi Patulak, menjelaskan bahwa proyek pembangunan gerbang perbatasan Konawe-Koltim ini dirancang untuk diselesaikan dalam dua tahap pengerjaan. Tahap pertama telah dimulai sejak tahun lalu dan berfokus pada persiapan awal dan pembangunan struktur dasar.

Kantor Dinas Cipta Karya Sultra. Ist

Sedangkan pada tahun ini, sambung Martin Efendi Patulak, pengerjaan berfokus pada tahapan finishing, dimana berbagai elemen desain dan detail struktural yang lebih halus akan diselesaikan.

“Pembangunan gerbang perbatasan dikerjakan dua tahap. Tahap pertama telah dimulai tahun lalu, sementara tahun ini kami fokus pada finishingnya. Jika tidak ada kendala berarti, kami optimis proyek ini dapat selesai pada Desember tahun ini,” terangnya, baru-baru ini.

Baca Juga :  Bantuan Pemkot Kendari Buat Warga Terdampak Banjir Tersenyum

Pada tahap kedua ini, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp900 juta. Anggaran ini mencakup biaya untuk penyelesaian tahap akhir dari pembangunan gerbang tersebut.

Diketahui, adanya gerbang perbatasan yang baru ini, batas wilayah antar kabupaten akan terlihat lebih jelas, terutama di tengah perkembangan yang pesat terkait dengan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Sultra.

Kedepan, gerbang ini akan berfungsi bukan hanya sebagai penanda administratif, tetapi juga sebagai simbol kemajuan yang semakin tampak di wilayah Bumi Anoa (sebutan untuk Sulawesu Tenggara).

Pembangunan gerbang perbatasan ini tidak hanya ditujukan untuk memperjelas batas-batas wilayah administratif, tetapi juga untuk menunjukkan kemajuan infrastruktur dan modernisasi di Sultra.

Menurut Ketua Persatuan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Sultra, desain gerbang perbatasan ini dirancang dengan konsep yang modern dan estetis, menggabungkan elemen-elemen yang mencerminkan identitas budaya dan perkembangan wilayah Sultra yang dinamis.

“Gerbang perbatasan Koltim-Konawe ini nantinya akan menjadi salah satu landmark penting yang tidak hanya menunjukkan batas wilayah, tetapi juga mencerminkan identitas serta kemajuan infrastruktur di Sultra. Pembangunan ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain dalam upaya meningkatkan kualitas infrastruktur serta memperjelas batas-batas wilayah administrasi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Sulawesi Edukasi Siswa-Siswi SDN 42 Hulonthalangi Pentingnya Menjaga Kelestarian Lingkungan

Desain modern pada gerbang ini dirancang untuk memperkuat citra Sultra sebagai provinsi yang berkembang pesat. Selain itu, gerbang ini juga akan menjadi simbol dari komitmen pemerintah provinsi untuk terus memperbaiki dan memperkuat infrastruktur, yang pada akhirnya akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, baik dari segi mobilitas, ekonomi, maupun pelayanan publik.

Martin juga mengungkapkan bahwa proyek pembangunan gerbang perbatasan ini merupakan salah satu prioritas Pemprov Sultra. Pihaknya berkomitmen untuk memastikan bahwa pembangunan ini selesai tepat waktu dan sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan.

Proyek ini bukan hanya tentang pembangunan fisik gerbang, tetapi juga tentang meningkatkan kenyamanan dan kemudahan akses bagi masyarakat yang tinggal di kedua kabupaten tersebut.

Dengan selesainya proyek ini, masyarakat akan merasakan dampak positif, baik dalam hal kenyamanan perjalanan antar daerah maupun dalam hal memperjelas batas administrasi antara kabupaten yang semakin padat.

Martin meamastikam bahwa keberhasilan proyek ini akan menjadi bukti nyata dari kemampuan Pemprov Sultra dalam mengelola dan menyelesaikan proyek besar yang berdampak luas.

Baca Juga :  Eksistensi Jasa Raharja Selama 64 Tahun Jadi Bukti Dedikasi, Kerja Keras dan Semangat Melayani Masyarakat

Disamping itu, proyek pembangunan gerbang perbatasan ini juga akan memacu semangat bagi proyek-proyek infrastuktur lainnya yang sedang dijalankan di seluruh Sultra.

Dengan segala perencanaan dan pengerjaan yang dilakukan, diharapkan pembangunan gerbang perbatasan ini tidak hanya akan berfungsi sebagai fasilitas administratif, tetapi juga sebagai simbol kebanggaan masyarakat Sultra, yang menunjukkan bahwa daerah ini semakin maju dan siap bersaing dalam aspek infrastruktur dan pembangunan daerah.

Tidak hanya pembangunan gerbang perbatasan, dibawah komando Martin Efendi Patulak, Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra juga menjalankan sejumlah program lainnya, mulai dari pembangunan fasilitas publik, termasuk pembangunan monumen bersejarah.

Seperti, pembangunan Patung Haluoleo di Kawasan Bandar Udara Haluoleo, pembangunan Gedung Kantor Gubernur Sultra, pembangunan Ruang Terbuka Hijau di Tomia Kabupaten Wakatobi.

Selain itu, pembangunan Rumah Makan milik Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sultra, pembangunan Kolam Renang Brimob buah kolaborasi Pemprov dan Polda Sultra.

Lanjutan pembangunan ESDM Sultra, pembangunan fasilitas air bersih sumor bor bagi masyarakat, pembangunan sarana sanitasi. Termasuk, pembangunan Aula Sudirman Makorem 143/Halu Oleo buah kerjasama Pemprov dan Korem 143/Halu Oleo. (ADV)

















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!