KORANHeadline.com, JAKARTA – Memperkuat jejak profesionalnya, Didit Hariadi, S.H., kini resmi menyandang gelar Certified Mining Legal Consultant (CMLC).
Gelar ini menjadi bukti tambahan atas kompetensinya sebagai konsultan hukum pertambangan, melengkapi latar belakangnya yang unik sebagai mantan aktivis lingkungan.
Dalam Pelatihan dan Sertifikasi Konsultan Hukum dan Pengacara Pertambangan Angkatan XLI yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Konsultan Hukum dan Pengacara Pertambangan Indonesia (PERKHAPPI) bekerja sama dengan Justitia Training Center, Didit dinobatkan sebagai peserta lulusan terbaik.
Pelatihan tersebut berlangsung selama empat hari, mulai Rabu, 27 Agustus, hingga Minggu, 31 Agustus 2025.
Latar belakang Didit tidak biasa. Ia dikenal sebagai mantan aktivis lingkungan dan pegiat hukum lingkungan.
Semasa perjuangannya, ia aktif sebagai campaigner di Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kalimantan Timur. Didit juga pernah menempuh pendidikan di Greenpeace University pada tahun 2010, memperdalam pengetahuannya tentang isu-isu lingkungan.
Didit telah menangani banyak kasus besar di sektor pertambangan. Namanya tercatat dalam sengketa krusial seperti kasus PT Bososi Pratama di Sulawesi Tenggara, sengketa pertambangan dan saham PT Kimco Armindo di Kalimantan Timur, hingga sengketa saham PT Citra Lampia Mandiri (PT CLM) di Malili, Luwu Utara. Kasus terakhir yang ia tangani bahkan diketahui menyeret seorang wakil menteri Hukum dan HAM ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pengalaman lapangan ini membentuknya menjadi praktisi yang memahami dinamika kompleks antara korporasi, regulasi, dan masyarakat. Komitmennya pada keadilan juga ditunjukkan melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) FAPRI, di mana ia menjabat sebagai Ketua DPD Forum Advokat dan Pengacara Republik Indonesia (FAPRI) di Sulawesi Tenggara.
Melalui program www.laporkasus.com, ia secara khusus memberikan bantuan hukum gratis kepada masyarakat kurang mampu yang menjadi korban dampak buruk pertambangan dan pelanggaran HAM.
Dengan kompetensi dan latar belakangnya yang unik, Didit Hariadi kini berada di posisi yang strategis untuk menjembatani kepentingan industri dengan tuntutan praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. (red/ID)















