Daerah

Balai Penyuluhan Pertanian Baruga Dukung Peningkatan Produksi Cabai untuk Stabilitas Harga

5349
×

Balai Penyuluhan Pertanian Baruga Dukung Peningkatan Produksi Cabai untuk Stabilitas Harga

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Makmur, saat melakukan kunjungan ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Baruga, Kamis (23/10/2025).

KORANHeadline.com, KENDARI – Dinas Pertanian (Distan) Kota Kendari terus mendorong inovasi dan pemanfaatan lahan pekarangan di wilayahnya sebagai bagian dari program “Kendari Berkebun” dalam memperkuat ketahanan pangan dan menekan laju inflasi daerah, terutama dari komoditas cabai.

Kabar inovasi ini disampaikan langsung Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Makmur, saat melakukan kunjungan ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Baruga, Kamis (23/10/2025).

Makmur menyoroti inovasi penanaman cabai besar sebanyak 500 pohon di lahan kering sekitar tiga are yang menunjukkan hasil memuaskan.

“Hari ini yang menjadi sorotan kami yang kita lihat bahwa ada sebagai inovasi adalah bagaimana mereka menanam cabe besar itu 500 pohon dan hari ini sudah petikan kesembilan kalinya dan total produksinya sudah 329 kilogram,” beber Makmur.

Baca Juga :  Jelang Ramadan, Kapolda Bersama Sekda Sultra Pantau Harga dan Ketersediaan Bapok di Pasar Sentral Sentral

Eselon II tersebut menambahkan bahwa hasil produksi tersebut menunjukkan potensi keuntungan yang luar biasa dari pemanfaatan lahan yang cenderung kering.

Makmur menegaskan bahwa salah satu tujuan utama program Kendari Berkebun adalah pengendalian inflasi. “Salah satu memang tujuan kita Kendari Berkebun tadi itu bagaimana pengendalian inflasi. Kami berharap dengan penanaman ini bisa menekan laju inflasi di Kota Kendari khususnya,” ujarnya.

Dukungan pemerintah diwujudkan melalui pendampingan intensif kepada petani, baik petani sawah maupun hortikultura, oleh tim penyuluh pertanian yang dikoordinir oleh Koordinator BPP Kecamatan Wuawua, Kadek Sumitra.

Kadek Sumitra menyatakan sinergitas dengan petani cukup baik dan menyoroti perlunya sentuhan teknologi, seperti peralatan PR4, untuk menggerakkan petani.

Baca Juga :  Rakor bersama Bapanas, Wali Kota Paparkan Lima Strategi Jitu Atasi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan di Kendari

“Sektor pertanian yang dominan di Baruga pertama itu padi sawah, kedua perkebunan, ketiga hortikultura. Hortikultura inilah yang penyangga-penyangga sayur yang ada di Kendari,” jelasnya.

Sementara itu, Yani, Tenaga Penyuluh BPP Kecamatan Baruga, memaparkan tantangan di lapangan. Tantangan utama yang dihadapi adalah mayoritas petani yang bukan pemilik lahan, sehingga rotasi tanam tidak konsisten, serta kendala cuaca ekstrem.

Namun, dukungan benih sayuran dari dinas pertanian sangat membantu petani, terutama untuk tanaman pekarangan.
Yani juga menyinggung sinergi BPP dengan instansi lain, seperti Lapas Kelas IIA dan Lapas Anak (LPKA).

Baca Juga :  BPK Sultra Entry Meeting Pemeriksaan Pendahuluan LKPD Kota Kendari TA 2025, Wakil Walikota: Sangat Penting untuk Penataan Keuangan Kedepan

Kerjasama dengan Lapas sudah terjalin sejak 2023, di mana BPP mendukung dengan benih dan memasukkan Lapas ke dalam RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) sehingga mereka bisa mendapat bantuan pupuk bersubsidi.

“Anak-anak itu (LPKA) diajar untuk menjual langsung di Pasar Baru Baruga. Mereka diajar langsung untuk (menanam) habis itu mereka diajarkan untuk memasarkan,” ungkap Yani, menunjukkan upaya edukasi terintegrasi bagi warga binaan.

Yani mencontohkan strategi tanam seperti jagung ketan/pulut seluas satu hektar yang ditanam tidak serentak, melainkan berotasi per minggu, untuk menghindari kerugian penjualan besar-besaran saat panen raya—sebuah strategi yang disarankan penyuluh pertanian mengingat tantangan pemasaran di wilayah kota. (red/ID)

















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!