Daerah

Pemprov Sultra Siap Bangun Komunikasi bersama BWS: Usul Pembangunan Bendungan di Desa Lebo Jaya

3498
×

Pemprov Sultra Siap Bangun Komunikasi bersama BWS: Usul Pembangunan Bendungan di Desa Lebo Jaya

Sebarkan artikel ini
Muhammad Taufik dimintai keterangan awak media.

KORANHeadline.com, KONSEL – Untuk meningkatkan frekuensi tanam dan produksi padi di Desa Lebo Jaya, Kecamatan Konda, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) akan segera menjalin komunikasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kendari terkait usulan pembangunan bendungan.

Kabar baik ini diungkapkan langsung Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sultra, Prof. Dr. Ir. Muhammad Taufik, M.Si, usai menghadiri Panen Raya Padi Sawah Gapoktan Mepokoaso di Lebo Jaya pada Minggu (26/10/2025).

Usulan ini muncul mengingat petani di Lebo Jaya selama ini hanya mengandalkan curah hujan untuk memulai masa tanam.

​”Sejatinya pembangunan bendungan bukan tupoksi Dinas Tanaman Pangan. Kami hanya membangun aliran irigasi tersier saja. Nah terkait hal ini akan kita koordinasikan dengan BWS,” terang Taufik.

Baca Juga :  Disdukcapil Kendari Layani Masyarakat Pembuatan KTP Digital

​Ia menekankan pentingnya usulan ini untuk segera disampaikan kepada BWS. “Ini sangat perlu diusulkan sekaligus memberikan informasi bahwa ada sawah kita di Sultra yang memerlukan saluran primer dan sekunder. Apalagi daerah ini memang tidak ada irigasi,” tambahnya.

​Taufik berharap usulan pembangunan bendungan ini mendapat respons positif dari BWS Kendari. Jika bendungan dan saluran irigasi tersedia, ia memproyeksikan peningkatan frekuensi panen yang signifikan.

Baca Juga :  Hari Pijar Inspirasi, DSSP Power Dukung Penuh Program KI Kendari di Moramo Utara Konsel

​”Biasanya petani hanya panen dua kali setahun, bahkan hanya satu kali. Nah kalau sudah ada bendungan, ada saluran irigasi, panen diharapkan bisa dua atau tiga kali setahun,” ujar Taufik.

Ia optimis usulan ini dapat terealisasi, mengingat informasi yang ia terima bahwa BWS kini memiliki program ‘jemput bola’ untuk pembangunan saluran.

​Eselon II tersebut menambahkan bahwa ketersediaan irigasi sangat krusial mengingat Indeks Penanaman (IP) Sultra masih tergolong rendah. “Indeks penanaman kita baru 1,8, berarti masih banyak sawah kita yang belum bisa ditanami karena berharap tadah hujan. Kami sangat senang kalau bendungan ada di sini,” ucapnya.

Baca Juga :  Bank Sultra Salurkan CSR Senilai Rp180 Juta untuk Tempat Ibadah di Kabupaten Muna Barat

​Senada dengan Taufik, Kepala Desa Lebo Jaya, Syarifuddin, menyampaikan harapan besar dari para petani agar keinginan pembangunan bendungan ini dapat direspons baik oleh pemerintah provinsi maupun pusat.

​”Harapan kita kedepan pemerintah bisa membangunkan bendungan sehingga menjadi sumber irigasi kita. Kita sini tadah hujan panen dua kali setahun, tapi kalau ada irigasi bisa tiga kali panen,” pungkas Syarifuddin. (red/ID)

















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *