DaerahKesehatan

Pemkot dan PLN Nusantara Power UP Kendari Jalin Kolaborasi Siapkan Paket Makanan Bergizi untuk Penderita TBC

3923
×

Pemkot dan PLN Nusantara Power UP Kendari Jalin Kolaborasi Siapkan Paket Makanan Bergizi untuk Penderita TBC

Sebarkan artikel ini
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kota Kendari, Ellfi bersama perwakilan PLN Kendari.

KORANHeadline.com, KENDARI – Dalam rangka pengendalian penyakit TBC, AIDS, Malaria dan Kusta, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari bekerjasama dengan PLN Nusantara Power UP Kendari memberikan paket peningkatan Gizi kepada 104 penderita TBC khususnya yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Wuawua dan Poasia.

Paket ini diberikan oleh manajer PLN Musantara Power UP Kendari kepada
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kota Kendari, Ellfi, Jumat (15/8/2025).

Ellfi mengungkapkan bahwa upaya ini merupakan langkah konkrit dalam memperkuat kolaborasi antar pemerintah dan pihak swasta serta lembaga yang ada di Kota Kendari dalam Program TABEA ATM –K kita bersama atasi Aids, TB Malaria dan Kusta).

Baca Juga :  BPP Poasia Distan Kendari Sulap Limbah Rumah Tangga Jadi Pupuk Organik Cair Kaya Unsur Hara

“Pencegahan dan pengendalian Penyakit tidak akan selesai hanya dengan peran sektor kesehatan. Beberapa faktor risiko penyakit seperti kondisi sanitasi, ekonomi, sosial, budaya, dan lainnya harus melibatkan peran sektor lain. Dan Alhamdulillah PLN Nusantara Power UP Kendari berkomitmen menjadi bagian penting dalam program ini,” terangnya, Minggu (17/8/2025)

Ia menyebut sebanyak 104 penderita TBC mendapatkan support peningkatan status gizi melalui paket asupan gizi berupa Beras, susu, telur, gula, kacang hijau dan biskuit yang diharapkan mampu mempercepat proses perbaikan gizi penderita sehingga proses kesembuhan bisa lebih maksimal.

Baca Juga :  Tekan Jumlah Lakalantas, Jasa Raharja dan Korlantas Polri Adakan Konsinyering

“Kedepannya Pemerintah Kota Kendari berharap akan lebih banyak pihak yang akab terlibat, sehingga penanangan faktor risiko akan lebih tepat sasaran krn proses pengendalian dan pencegahannya sudah berbasis faktor risiko,” ungkap Ellfi.

Selain itu, sambung mantan Kabid Kesmas, upaya ini juga merupakan kampanye untuk menghilangkan stigma masyarakat terhadap penyakit ini. Pasien akan lebih cepat tertangani jika orang d sekitarnya peduli. Tidak ada diskriminasi, tidak ada pengucilan pada setiap penderita.

Baca Juga :  BWS Sulawesi IV Kendari Dorong Peningkatan Kapasitas Penjaga Pos Hidrologi se Sultra

“Mari kita bersama, karena dengan bersama beban ini akan menjadi ringan. Dan semoga kedepannya cita-cita kita untuk mewujudkan Kota kendari yang lebih sehat lagi bisa dengan mudah kita wujudkan,” pungkas Sekretaris Tim Kota Sehat Kota Kendari. (red/ID)

















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!