KORANHeadline.com, KENDARI – Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari secara resmi meluncurkan Kios Pangan Digital sebagai upaya untuk mendorong pengendalian inflasi di daerah. Peluncuran Kios Pangan Digital ini merupakan salah satu langkah strategis dalam meningkatkan ketersediaan dan stabilitas harga pangan di Kota Lulo.
Peluncuran program inovatif ini dilakukan langsung Kepala BI Sultra Edwin Permadi bersama Wali Kota Kendari Siska Karina Imran didampingi Kadis Ketahanan Pangan (Ketapang) Abdul Rauf, Senin (11/8) di Aula Wakatobi Kantor Perwakilan BI Sultra.

Dihadapan media, Walikota mengungkapkan bahwa peluncuran kios pangan digital sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan pemerintah.
“Kita upayakan seluruh kelurahan ada kios pangan digital ini. Jadi masyarakat tidak perlu jauh-jauh mencari kebutuhan pangan yang diinginkan. Apalagi ini mendapat
dukungan BI untuk digitalisasi, sedangkan pasokan beras bersinergi dengan Bulog,” ujarnya.
Dikesempatan baik ini, orang nomor satu di Kota Kendari menyambut baik program pembayaran non tunai yang digalakkan Bank Indonesia.
“Jadi sistem pembayarannya menggunakan QRIS. Pemkot memang mendorong sistem pembayaran non tunai ini,” pungkas Walikota.
Sementara itu, Kepala BI Sultra Edwin Permadi mengapresiasi peluncuran kios pangan digital ini. Ia menuturkan bahwa pihaknya terus mendukung kelancaran distribusi pangan kepada masyarakat.
“Dengan kios pangan ini memudahkan masyarakat mendapatkan kebutuhan pangannya. Termasuk keterjangkauan harga tidak diatas HET, tentunya dengan dukungan Bulog sendiri,” ungkap Edwin.
Dengan kehadiran kios pangan digital, sambung Edwin, Bank Indonesia Sultra siap berkolaborasi mewujudkan ketahanan pangan di Sulawesi Tenggara. “Kita siap berkolaborasi untuk ketahanan pangan sehingga dapat mengendalikan harga,” pungkasnya.
Dengan adanya Kios Pangan Digital, masyarakat Kota Kendari dapat dengan mudah mengakses informasi harga pangan terbaru dan melakukan pembelian pangan secara online. Tercatat ada 115 kios pangan digital yang telah diluncurkan.
Hal ini diharapkan dapat membantu meningkatkan transparansi harga pangan dan mengurangi disparitas harga antar wilayah. (red/id)















