Pendidikan

Kebun Raya UHO Berbenah, Menuju Pusat Konservasi Pohon Endemik Kalapi Masa Depan

2741
×

Kebun Raya UHO Berbenah, Menuju Pusat Konservasi Pohon Endemik Kalapi Masa Depan

Sebarkan artikel ini
Prof Faisal Danu saat penanaman pohon jenis Kalapi.

KORANHeadline.com, KENDARI – Kebun Ilmu Hayati/Kebun Raya Universitas Halu Oleo (UHO) terus berbenah. Dibawah komando Prof Dr. Faisal Danu Tuheteru, S.Hut., M.Si Kebun Raya terus menambah koleksinya.

Terbaru, berkat kerjasama dengan Asosiasi Mikoriza Indonesia (AMI) yang diketuai Prof. Dr. Hj. Husna, M.P. UPA Kebun Ilmu Hayati melakukan penanaman pohon terancam punah dan pohon endemik pulau Sulawesi tepat di Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Kamis (5/6/2025).

Tercatat sebanyak 207 bibit yang ditanam, terdiri atas kayu kuku 42 pohon, angsana 42 pohon, kalapi 56 pohon dan 67 jenis lokal Sulawesi. Menariknya, 56 pohon kalapi menjadi semangat Kebun Raya UHO untuk terus melestarikannya.

“Penanaman 56 bibit Kalapi di Kebun Raya UHO meneguhkan komitmen Kebun Raya UHO menjadi Pusat Konservasi pohon endemik Sulawesi Kalapi (Kalappia celebica Kosterm.) di Indonesia,” ujar Kepala Kebun Ilmu Hayati UHO, Prof Dr. Faisal Danu Tuheteru, S.Hut., M.Si.

Baca Juga :  Tim Narko 10 Sat Narkoba Polresta Edukasi Pelajar SMAN 4 Kendari Bahaya Narkoba

Guru besar yang juga dosen Konsentrasi Silvikultur Jurusan Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) UHO berharap bertambahnya koleksi Kebun Raya UHO menjadi laboratorium lapangan bagi mahasiswa, baik praktikum maupun penelitian.

“Kami membuka ruang bagi mahasiswa yang ingin melaksanakan praktikum maupun penelitian disini, tidak hanya dari jurusan kehutanan tetapi juga jurusan lain yang ada di UHO,” pungkas Prof Faisal Danu.

Baca Juga :  Aklamasi, Hj Saemina Resmi Nahkodai PGRI Kota Kendari Periode 2025-2030

Diketahui, sebelumnya Kebun Raya UHO menerima hibah koleksi tumbuhan endemik Sulawesi hasil eksplorasi di Pulau Sombori, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Sebanyak 132 spesimen koleksi dari tumbuhan berkayu, herba dan anggrek. Total 15 jenis anggrek Sulawesi dengan total 27 spesimen, 5 jenis diantaranya adalah koleksi baru Kebun Raya. Kelima jenis anggrek tersebut adalah Bulbophyllum klabatense, Bulbophyllum sp., Trichogolothis celebensis, Dendrobium sp., Coelogyne asperata.

Selain anggrek, Kebun Raya UHO juga menerima koleksi tumbuhan Hoya, Begonia, Talas-talasan dan tumbuhan berkayu seperti Manilkara Celebica. Semua koleksi tersebut dihibahkan oleh Arman Botanica selaku Pemerhati Tumbuhan Endemik Sulawesi dan tim Ekspedisi Nature Evolution dengan harapan dapat menjadi koleksi Kebun Raya UHO sebagai bagian dari konservasi tumbuhan endemik Sulawesi serta mendukung kemajuan ilmu pengetahuan.

Baca Juga :  FKM Unhas Gelar Workshop Pemodelan Dinamik bagi Mahasiswa Program Magister Kesehatan Masyarakat di Bangkok

“Saya baru kali ini melakukan kunjungan di sebuah kebun raya milik universitas dan melihat pengelolaannya benar-benar profesional serta membangkitkan spirit ilmiah. Terus maju dan berkembang Kebun Raya UHO,” Arman, Sabtu (3/5).

“Koleksi ini akan terus dipelihara sehingga dapat tumbuh dengan baik. Selanjutnya koleksi tersebut dapat mendukung kegiatan pendidikan, penelitian dan konservasi spesies,” pungkas Prof Faisal Danu Tuheteru. (red/id)

















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *