KORANHeadline.com, KENDARI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari mengapresiasi penurunan angka kemiskinan di Kota Kendari pada 2024.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan kota Kendari pada 2024 tercatat hanya 4,23 persen. Lebih rendah jika dibandingkan sebelumnya (2023) yang tercatat sebesar 4,59 persen.
Anggota DPRD Kota Kendari, La Yuli mengapresiasi capaian ini meskipun angka pengangguran masih menjadi tantangan serius.
Selain itu, ia juga menyoroti program-program yang dinilai belum sepenuhnya berkelanjutan yang tengah dijalankan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari.
“Saya menyarankan penguatan sektor UMKM, pendampingan, dan akses pasar berbasis teknologi,” ujarnya dalam Paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Kendari tahun anggaran 2024, Senin (21/4/2025).
DPRD memberikan sejumlah catatan strategis, terutama terkait pelayanan dasar publik seperti pelayanan rumah sakit, pengelolaan sampah, dan permasalahan anak jalanan.
La Yuli yang juga Ketua Pansus LKPJ menekankan perlunya program pemberdayaan ekonomi yang terintegrasi dan berkelanjutan untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran.
Sementara itu, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menyampaikan terima kasih atas evaluasi DPRD dan menyatakan komitmen untuk menjadikan rekomendasi tersebut sebagai bahan penyempurnaan kinerja.
Ia menekankan bahwa membangun Kota Kendari merupakan tanggung jawab bersama eksekutif dan legislatif.
Meskipun capaian tahun 2024 belum sepenuhnya optimal, Pemkot Kendari berkomitmen untuk memperkuat program prioritas, termasuk penanganan banjir, kebersihan, pendidikan dan kesehatan gratis, serta pemberdayaan RT/RW dan bantuan UMKM. (red/rls)















