KORANHeadline.com, KENDARI – Sejumlah program strategis pembangunan tengah dikerjakan Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sulawesi Tenggara (Sultra).
Tak kalah pentingnya, tahun ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra melalui Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang, membangun fasilitas sanitasi dan air bersih bagi masyarakat disejumlah daerah di Bumi Anoa (sebutan untuk Sultra).

Pembangunan fasilitas sanitasi dan air bersih bagi masyarakat dinilai sangat perlu guna mencegah stunting di lingkungan keluarga. Apalagi penanganan stunting ini menjadi program prioritas pemerintah menuju Indonesia Emas 2045.

Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra, Dr. Ir. Martin Effendi Patulak, M.Si mengungkapkan bahwa pembangunan sarana fasilitas sanitasi dan air bersih memang merupakan tugas Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang.

“Ini program prioritas pemerintah provinsi dan selalu menjadi evaluasi bagi dinas kami untuk kinerja kami selama satu tahun. Pertama minimal kita bisa mensupport kabupaten kota dalam menyediakan air besih dan sanitasi,” bebernya, Jumat (22/11/2024)
Menurut orang nomor satu di Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra, air bersih dan sanitasi memang menjadi syarat wajib bagi Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang agar masyarakat memiliki akses yang nyaman dan tersedia.
“Apa efeknya kalau tidak dilaksanakan, maka kita tidak akan menunjang program stunting, karena salah satu penyebab stunting adalah lingkungan yang tidak sehat. Artinya mengkonsumsi air yang tidak higienis bisa menimbulkan penyakit sehingga anak-anak kita tidak bisa tumbuh dengan baik,” ungkap Martin.
Dirinya berharap program sanitasi dan air bersih bisa tuntas sehingga anak-anak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Dirinya pun mengajak pemerintah kabupaten kota ikut ambil bagian dalam penyediaan fasilitas ini.

“Kami berharap ini bisa tuntas 100 persen. Jadi perlahan kita support, tugas ini bukan tugas dinas cipta karja saja. Cipta karya pusat juga, kabupaten kota juga sama, punya tugas untuk penyediaan fasilitas sarana prasana,” pungkas Martin kepada media.
Ditempat sama, Kabid Cipta Karya Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra, La Liusu, S.T, M.P.W.K, menambahkan bahwa pembangunan fasilitas air bersih merupakan usulan masyarakat.
“Untuk pembangunan sumur bor itu kita berada di empat kabupaten yaitu Kabupaten Muna 16 titik, Muna Barat 7 titik, Konawe Kepulauan 10 titik dan Kota Kendari 30 titik. Kota Kendari ini paling banyak,” terangnya.
“Ini usulan masyarakat, karena kita sering dilanda kekeringan makanya banyak masyarakat mengusulkan. Makanya ada dari masyarakat dan juga ada anggota DPRD (melalui aspirasi, red) ke kami,” tambah La Liusu.

Senada dengan Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra, dirinya menyebut penyediaan fasilitas ini sangat penting bagi masyarakat agar dapat menikmati air bersih yang layak.
“Pembangunan fasilitas ini agar masyarakat bisa menikmati air bersih yang layak supaya hidup sehat. Ini juga bagian dari upaya mencegah stunting, kalau airnya bersih dan sehat, saya kira pertumbuhan masyarakat juga sehat,” paparnya.
La Liusu mengungkapkan bahwa program ini juga masuk dalam program Standar Pelayanan Minimal atau SPM yang ada di Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra.
“Ini program SPM kami karena memang program pemerintah pusat juga, karena memang program utama kami,” ungkapnya lagi.
Selain itu, sambung La Liusu pihaknya juga menjalankan program sanitasi aman. Program ini dilaksanakan agar masyarakat bisa menerapkan Pola Hidup Sehat dan Bersih (PHBS), terutama tidak Buang Air Sembarangan (BAB).
“Program ini kita kerjasamakan dengan Dinas Kesehatan Sulqtra, agar kita mengetahui titik-titik mana yang akan dibantu pembangunan MCK (Mandi, Cuci, Kakus),” ulasnya.
Diketahui, pembangunan MCK merupakan kegiatan untuk membangun fasilitas umum yang digunakan bersama untuk keperluan mandi, mencuci, dan buang air.
MCK biasanya dibangun di lokasi permukiman yang padat penduduk dan memiliki tingkat ekonomi rendah. MCK dapat menjadi sarana yang penting untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan nyaman.
“Tahun ini (fasilitas sanitasi, red) kita bangun di empat lokasi, Kabupaten Bombana 1 titik, Kabupaten Konawe Kepualauan 2 titik, Kabupaten Muna Barat 7 titik dan Kabupaten Konawe Utara. Untuk Kota Kendari tidak ada,” beber Kabid Cipta Karya Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra, La Liusu.
Seperti yang diungkapkan kepala dinas, lanjutnya, penanganan stunting menjadi perhatian serius pemerintah. “Imi menjadi perhatian pemerintah, ini urgen juga, kami sudah bersurat juga ke pemprov untuk penanganan stunting,” tutup La Liusu.
Sebagai informasi, stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang disebabkan oleh masalah gizi kronis. Penyebab stunting bisa kompleks, tidak hanya kekurangan gizi pada anak balita, tetapi juga faktor-faktor lain seperti pendapatan keluarga, kesehatan orang tua dan kebersihan lingkungan tempat tinggal. (ADV)















