Berita Utama: Breaking news terbaru hari ini - Simak laporan selengkapnya hanya di KORANHeadline.com!
MetroNasional

Kemenag Kendari Launching Bank Sampah, Sulap Limbah Jadi Bernilai Ekonomi

722
×

Kemenag Kendari Launching Bank Sampah, Sulap Limbah Jadi Bernilai Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Peresmian Bank Sampah Kemenag Kendari.

KORANHeadline.com, KENDARI – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kendari resmi melaunching program Bank Sampah bertajuk “Kelola Sampah, Wujudkan Lingkungan yang Bersih dan Sehat”, Kamis (1/10/2026) sore.

Program tersebut menjadi langkah Kemenag Kota Kendari dalam mendorong pengelolaan sampah sejak dari sumbernya sekaligus membangun kesadaran untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Launching Bank Sampah turut dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kendari, Hj. Erlis Sadya Kencana. Kehadiran DLHK menjadi bagian dari kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat gerakan pengelolaan sampah di Kota Kendari.

Kepala Kantor Kemenag Kota Kendari, Hj. Marni, mengatakan gerakan memilah dan mengelola sampah sebenarnya telah dimulai sejak Januari 2026 dengan melibatkan sejumlah ASN di lingkungan Kemenag Kota Kendari.

“Launching hari ini saya senang karena kita berani memulai. Bulan Januari itu kita hanya beberapa ASN, mulai dari saya, kepala seksi dan beberapa ASN. Tapi hari ini kita sudah bergerak semua,” ujarnya kepada awak media.

Marni berharap gerakan tersebut tidak berhenti di lingkungan Kantor Kemenag Kota Kendari. Ia mendorong agar pengelolaan sampah melalui bank sampah dapat diterapkan di seluruh Kantor Urusan Agama (KUA), madrasah hingga pondok pesantren di Kota Kendari.

Menurutnya, sampah yang selama ini dipandang sebagai limbah sebenarnya dapat memiliki nilai ekonomi apabila dipilah dan dikelola dengan baik.

“Insya Allah kita berharap semua dari KUA, madrasah yang ada di Kota Kendari, serta pondok pesantren itu bisa memilah sampah dan sampah itu bisa bernilai,” katanya.

Marni menambahkan, gerakan tersebut sejalan dengan program ekoteologi yang telah dicanangkan Kementerian Agama. Menurutnya, menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah merupakan
bagian dari tanggung jawab bersama.

“Artinya kita menjaga lingkungan ini terkait dengan program ekoteologi di Kementerian Agama yang memang sudah dicanangkan oleh Menteri Agama,” jelasnya.

Selain itu, program Bank Sampah Kemenag Kota Kendari juga menjadi bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Kota Kendari dalam mengurangi volume sampah. Kemenag berkomitmen mengambil bagian dalam mewujudkan lingkungan kota yang bersih dan terjaga.

Dalam launching tersebut, Kemenag Kota Kendari turut memperkenalkan buku tabungan Bank Sampah bagi ASN. Setiap sampah yang disetorkan akan dicatat dan dikonversi menjadi nilai ekonomi.

“Harapannya dengan adanya buku bank sampah ini, semua ASN mengajak keluarganya untuk bisa menjaga sampah. Kemudian sampah itu bisa bernilai dengan adanya buku tabungan. Insya Allah sedikit-sedikit menjadi bukit, dari kita, oleh kita dan untuk kita,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala DLHK Kota Kendari, Hj. Erlis Sadya Kencana, mengapresiasi langkah Kemenag Kota Kendari yang ikut membangun gerakan pengelolaan sampah melalui bank sampah.

Ia menilai program tersebut menjadi bukti sinergi antara Kemenag dan Pemerintah Kota Kendari dalam mendukung gerakan pelestarian lingkungan.

“Saya sangat terkesima. Ternyata memang tidak sekadar nama. Kegiatan ini sangat mendukung dan bersinergi dengan program Pemerintah Kota Kendari yang mendukung program lingkungan,” kata Erlis.

Erlis berharap Bank Sampah Kemenag Kota Kendari dapat menjadi pemicu lahirnya bank-bank sampah lainnya secara mandiri di tengah masyarakat.

Ia mengatakan, gerakan pengumpulan sampah yang diterapkan Pemerintah Kota Kendari juga menunjukkan perkembangan positif. Penimbangan sampah yang awalnya hanya dilakukan setiap Jumat di Balai Kota Kendari kini diperluas menjadi Kamis dan Jumat karena tingginya partisipasi ASN.

“Alhamdulillah jalan. Tadinya penimbangan cuma hari Jumat di Balai Kota, sekarang sudah Kamis dan Jumat karena ternyata masyarakat kita cukup banyak,” ujarnya.

Menurut Erlis, sampah yang terkumpul melalui gerakan tersebut telah memiliki nilai ekonomi yang cukup besar. Secara akumulasi, nilai sampah yang dikumpulkan dari lingkungan ASN Pemerintah Kota Kendari disebut telah mendekati Rp100 juta. “Kalau hitung-hitungan rupiahnya ini untuk masuk bulan kedua sudah hampir Rp100 juta,” ungkapnya.

Dari sisi volume, sampah yang terkumpul diperkirakan mencapai sekitar 45 ton. Material yang dikumpulkan beragam, mulai dari besi, kaleng, plastik, kardus hingga berbagai jenis material lainnya.

Erlis mengatakan target awal pengumpulan sebenarnya hanya dua kilogram sampah per ASN setiap bulan. Namun, dalam pelaksanaannya, sejumlah ASN bahkan mampu menyetorkan sampah jauh di atas target.

“Ada yang satu kali timbang itu luar biasa banyaknya, ada sampai 40 kilogram, ada 15 kilogram. Jadi memang secara tidak sadar dengan gerakan kami itu bersih-bersih di rumah,” katanya.

Ia berharap gerakan memilah sampah terus meluas hingga ke seluruh lapisan masyarakat Kota Kendari. Dengan keterlibatan berbagai pihak, target Kota Kendari menuju kondisi minim sampah atau zero waste pada 2029 diharapkan dapat diwujudkan.

“Kalau ini memang seluruh Kota Kendari, tidak hanya Kemenag, tidak hanya yang ada di Pemkot, apalagi masyarakat luas sudah melaksanakan ini, program untuk mencapai tahun 2029 zero waste itu akan tercapai,” pungkasnya.

Adapun harga sampah yang diterapkan Bank Sampah Kementerian Agama Kota Kendari bervariasi, mulai dari Rp200 per kilogram untuk kertas warna hingga Rp90.000 per kilogram untuk tembaga.

Untuk plastik dihargai Rp700 per kilogram, kardus Rp1.000, kertas HVS Rp1.100, kertas buram Rp300, besi tipis Rp1.500, besi tebal Rp2.500, panci aluminium Rp6.000, kaleng minuman aluminium Rp6.000, wajan aluminium Rp7.000, besi siku Rp10.000, aqua gelas Rp1.000, botol Aqua PET putih Rp2.000, botol minuman sedang Rp1.500, botol minuman kecil Rp700, seng Rp500 dan botol infus Rp2.500 per kilogram.

Bank Sampah Kementerian Agama Kota Kendari beralamat di Jalan Pasaeno Nomor 7, Kecamatan Kadia, Kota Kendari. (red/id)







Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama: Breaking news terbaru hari ini - Simak laporan selengkapnya di sini!