Pendidikan

Asesor Internasional Tanam Pohon Endemik Sulawesi di Kebun Raya UHO, Tinggalkan Jejak Kolaborasi

28
×

Asesor Internasional Tanam Pohon Endemik Sulawesi di Kebun Raya UHO, Tinggalkan Jejak Kolaborasi

Sebarkan artikel ini
Asesor Internasional Tanam Pohon Endemik Sulawesi di Kebun Raya UHO, Tinggalkan Jejak Kolaborasi.

KORANHeadline.com, KENDARI – Kunjungan tim asesor dalam rangka visitasi usulan akreditasi internasional Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) Universitas Halu Oleo (UHO) tidak hanya diisi dengan penilaian akademik.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap konservasi, para tamu internasional juga melakukan penanaman pohon endemik Sulawesi di Kebun Raya UHO, Kamis (25/6).

Kegiatan penanaman berlangsung di Taman Kehormatan Kebun Raya UHO. Asesor internasional, Prof. Dr. Andreas Rothe dari Weihenstephan-Triesdorf University of Applied Sciences, Jerman, menanam Hopea gregaria Slooten (Dipterocarpaceae), salah satu jenis pohon endemik Sulawesi. Prof. Dr. Rui Costa dari University of Coimbra, Portugal menanam Dillenia serrata Thunb. (Dilleniaceae) Sulawesi,
Emeline Jerez, PhD (ASLIN Office) menanam Manilkara celebica H.J. Lam (Sapotaceae) Sulawesi. Kemudian, Dr. Puti Retno Ali, MBA dari PT. Palsindo Utama menama Gymnostoma rumphianum (Miq.) L.A.S. Johnson
(Casuarinaceae) Sulawesi, Maluku.1

Sementara Diah Muflihah, mahasiswa Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas), menanam Nageia wallichiana (C. Presl) Kuntze dari famili Podocarpaceae.

Kepala UPA Kebun Ilmu Hayati (Kebun Raya UHO), Prof. Dr. Faisal Danu Tuheteru, S.Hut., M.Si., mengatakan penanaman tersebut memiliki makna simbolis sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan hayati Sulawesi kepada dunia internasional.

“Penanaman itu dilaksanakan di Taman Kehormatan Kebun Raya UHO. Paling tidak kita ingin menyampaikan bahwa ada peneliti asing dan pihak yang terlibat dalam akreditasi internasional yang melakukan kegiatan penanaman di Kebun Raya,” ujar Prof. Danu.

Menurutnya, pohon yang ditanam akan menjadi jejak kolaborasi sekaligus kenang-kenangan atas kunjungan para asesor di Kebun Raya UHO. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi media sosialisasi pentingnya pelestarian tumbuhan endemik Sulawesi.

“Paling tidak ada jejak mereka di Kebun Raya UHO. Yang kedua, kita ingin menyosialisasikan bahwa mereka telah menanam jenis-jenis tumbuhan endemik Sulawesi,” katanya.

Prof. Danu mengungkapkan rasa syukurnya karena Kebun Raya UHO kini menjadi salah satu fasilitas yang dinilai dalam proses akreditasi internasional Program Studi Kehutanan. Hal itu menunjukkan keberadaan kebun raya memiliki kontribusi nyata dalam mendukung penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi.

Ia menjelaskan, Kebun Raya UHO selama ini menjadi laboratorium lapangan bagi berbagai mata kuliah di Jurusan Kehutanan, di antaranya Silvikultur, Silvika, Dendrologi, Restorasi Hutan, Ilmu dan Teknologi Mikoriza, Konservasi Sumber Daya Hutan, Perhutanan Kota, Biologi Dasar, Sistem Informasi Geografis, Pengelolaan Satwa Liar, Inventarisasi Satwa Liar, hingga Pengantar Ilmu Kehutanan dan Lingkungan.

Kontribusi Kebun Raya UHO juga terlihat dalam kegiatan penelitian. Hingga kini sedikitnya 24 skripsi mahasiswa Kehutanan UHO telah diselesaikan dengan lokasi penelitian di kawasan kebun raya. Selain itu, terdapat tiga riset mahasiswa, dua penelitian dosen, lima artikel ilmiah, dan lima buku yang lahir dari aktivitas akademik di Kebun Raya UHO.

Tak hanya menjadi pusat pendidikan dan penelitian, Kebun Raya UHO juga menjadi wadah berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dosen dan mahasiswa Kehutanan UHO aktif mendukung eksplorasi tumbuhan endemik Sulawesi, menginisiasi penanaman pohon-pohon endemik yang terancam punah, melakukan pendataan koleksi pohon, hingga menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan konservasi yang diselenggarakan Kebun Raya UHO.

Melalui berbagai aktivitas tersebut, Kebun Raya UHO terus memperkuat perannya sebagai pusat konservasi, pendidikan, penelitian, dan kolaborasi internasional yang mendukung peningkatan mutu Program Studi Kehutanan FHIL UHO menuju pengakuan di tingkat global. (red/id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!