KORANHealine.com, KENDARI – Plt Kepala Dinas Sosial Kota Kendari, Rukmana, angkat bicara terkait informasi adanya penumpukan bantuan sosial bagi masyarakat korban banjir di sejumlah wilayah Kota Kendari. Ia menegaskan bantuan yang masuk ke Dinas Sosial terus disalurkan kepada warga yang benar-benar terdampak bencana.
Rukmana menjelaskan, bantuan yang diterima Dinsos berasal dari berbagai pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), Bank Sultra, Hotel Horizon hingga sejumlah pihak lainnya yang turut membantu penanganan korban banjir di Kota Kendari.
“Mulai hari Senin sampai hari ini sudah ada 14 kelurahan yang kita sebarkan bantuannya. Setiap data yang masuk tidak serta-merta langsung diberikan bantuan, tetapi terlebih dahulu diverifikasi untuk memastikan warga tersebut benar-benar terdampak bencana,” ujar Rukmana, Rabu (20/5).
Ia mengatakan, pihaknya memprioritaskan warga yang rumahnya benar-benar terdampak banjir maupun tanah longsor. Menurutnya, warga yang hanya mengalami genangan ringan di bagian teras rumah belum menjadi prioritas penerima bantuan.
Adapun jumlah penerima bantuan di beberapa wilayah di antaranya Kelurahan Anawai sebanyak 51 KK, Tobuuha 10 KK, Watulondo 36 KK, Kadia 100 KK, Dapudapura 1 KK, Sanua 21 KK akibat longsor, serta Benua sebanyak 4 KK terdampak banjir dan longsor.
Selain itu, Kelurahan Tipulu tercatat 2 KK terdampak longsor, Watu-Watu 12 KK, Kemaraya 3 KK, Lahundape 14 KK, dan pihak Dinsos juga tengah mempersiapkan bantuan untuk sekitar 80 KK di Kelurahan Pondambe.
Rukmana menyebut bantuan yang disalurkan berupa paket bahan pokok seperti beras, mi instan, telur, dan minyak goreng. Namun untuk minyak goreng, pihaknya masih melakukan penyesuaian stok agar seluruh warga terdampak dapat memperoleh bantuan secara merata.
Ia juga memastikan penanganan bantuan di wilayah Wanggu yang menjadi daerah terparah akibat banjir tetap menjadi perhatian utama pemerintah. Bahkan, Dinsos Kota Kendari hampir setiap hari menyuplai kebutuhan pangan, terutama telur, bagi warga terdampak di kawasan tersebut.
“Tujuan kami memberikan bantuan ini agar benar-benar diterima masyarakat yang terdampak bencana. Jadi bukan ditumpuk, tetapi disalurkan sesuai data dan hasil verifikasi di lapangan,” tegasnya. (red)












