Metropolis

Wagub Sultra dan Mentan Tinjau Lokasi Banjir, Pastikan Penanganan Cepat bagi Masyarakat

465
×

Wagub Sultra dan Mentan Tinjau Lokasi Banjir, Pastikan Penanganan Cepat bagi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Wagub Sultra dan Mentan Tinjau Lokasi Banjir, Pastikan Penanganan Cepat bagi Masyarakat

KORANHeadline.com, KENDARI – Ditengah hamparan sawah yang masih tergenang dan rumah-rumah warga yang belum sepenuhnya pulih akibat banjir, pemerintah menunjukkan bahwa negara tidak tinggal diam.

Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, DR. Ir. Hugua, M.Ling., bersama Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir di Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Selasa pagi (12/5/2026).

Kehadiran Menteri Pertanian di Sulawesi Tenggara menjadi pesan kuat bahwa pemerintah pusat dan daerah bergerak dalam satu langkah untuk memastikan masyarakat terdampak segera bangkit, khususnya para petani yang kehilangan sumber penghidupan akibat rusaknya infrastruktur irigasi dan terendamnya lahan pertanian.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan penanganan infrastruktur menjadi prioritas utama. Tanggul irigasi yang jebol dan menyebabkan sawah warga terendam ditargetkan selesai diperbaiki dalam waktu satu minggu melalui Balai Wilayah Sungai (BWS).

Baca Juga :  21 Peserta Lulus Penerimaan Bintara Kompetensi Khusus Polri TA 2025 di Polda Sultra

Di kawasan Amohalo, dari total 337 hektare lahan pertanian, sebanyak 151 hektare terdampak banjir akibat rusaknya saluran irigasi. Pemerintah ingin memastikan para petani dapat segera kembali menanam dan memulihkan produksi pangan daerah.

Sebagai langkah konkret pemulihan, pemerintah pusat menyalurkan berbagai bantuan untuk masyarakat dan sektor pertanian di Sulawesi Tenggara, meliputi:

Baca Juga :  58 Pimti Pemprov Sultra Tandatangani Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas Wujudkan Reformasi Birokrasi

Bantuan benih padi gratis untuk lahan seluas 2.000 hektare di tiga kabupaten/kota terdampak banjir;
Bantuan alat dan mesin pertanian berupa 20 unit hand traktor dan 5 unit combine harvester; Penyediaan fasilitas pengering gabah (dryer) oleh Perum Bulog untuk membantu menyelamatkan hasil panen petani.

Bantuan sosial berupa 30 ton beras dan 1.500 liter minyak goreng yang segera disalurkan kepada masyarakat terdampak; Bantuan tunai sebesar Rp500 juta bagi warga terdampak banjir di kawasan Wanggu dan sekitarnya.



Menteri Pertanian juga meminta para bupati dan wali kota segera mengusulkan kebutuhan daerah masing-masing agar penyaluran bantuan pemerintah pusat dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Baca Juga :  Pedestrian Eks MTQ Jadi Ikon Baru Kota Kendari, Terapkan Konsep Modern

“Atas arahan Presiden Republik Indonesia, pemerintah terus memantau kebutuhan masyarakat dalam situasi seperti ini. ini adalah bentuk solusi, bukan narasi,” tegas Menteri Pertanian.

Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pemulihan pascabanjir. (red/id)










Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!