KORANHeadline.com, KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari merencanakan pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di Kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Puuwatu pada 2025.
Kabar baiknya lagi, pendanaan TPST ini bersumber dari World Bank atau Bank Dunia sebesar Rp80 Miliar.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari, Rusmin, menjelaskan bahwa TPST ini diharapkan menjadi pilot project pengelolaan sampah di Indonesia.
“Saat ini masih dalam proses pengajuan dan diyakini bisa menjadi pilot project pengelolaan sampah di Indonesia karena dari ratusan usulan, hanya enam daerah yang menerima program tersebut salah satu nya Kota Kendari. Pendanaanya dari Bank Sultra,” terang Rusmin di Balai Kota Kendari.
Mantan Sekretaris Dinas PUPR menyebut, pembangunan TPST ini sangat penting dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan.
“Pembangunan TPST ini sangat penting dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan karena didalam TPST terdapat mesin pengelola sampah,” bebernya.
“Sampah organik nantinya akan diolah menjadi pupuk atau kompos, sementara sampah anorganik seperti sampah plastik akan diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif,” tambahnya. (red/id)















