DaerahKriminal

Subdit IV Tipidter Polda Sultra Amankan Tiga Terduga Pelaku Ilegal Mining di Moramo Utara

861
×

Subdit IV Tipidter Polda Sultra Amankan Tiga Terduga Pelaku Ilegal Mining di Moramo Utara

Sebarkan artikel ini
Alat berat yang berhasil diamankan Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sultra.

KORANheadline.com, Moramo Utara – Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sultra kembali menindak aksi penambangan ilegal atau ilegal mining di Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Alhasil, Subdit IV Tipidter meringkus tiga terduga pelaku penambangan ilegal berinisial BY, PJ dan AY di Desa Mata Wawatu, Kecamatan Moramo Utara, Kamis (11/1).

Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sultra, Kompol Ronald Aron Maramis mengungkapkan, proses penahanan terhadap terduga pelaku penambangan ilegal berawal dari aduan masyarakat adanya aktivitas penambangan ilegal yang dilakuka ketiga tersangka diwilayah IUP PT APM.

“Setelah mendapatkan laporan masyarakat, Petugas Kepolisian Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sultra langsung bergerak kelokasi dan mengamankan penambang illegal di wilayah IUP PT. APM. Barang bukti yang diamankan berupa satu unit alat berat jenis Excavator da 3 Saksi,” terang Ronal dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/1/2024).

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Beri Pernyataan Terkait Korban PHK Dapat 60 persen Gaji Selama 6 Bulan

Katanya, pihak PT APM mengaku belum pernah melakukan penambangan di wilayah IUP nya dan tidak pernah mengijinkan masyarakat untuk melakukan kegiatan penambangan di wilayah IUP PT APM.

“Hasil koordinasi dengan pihak Dinas ESDM Provinsi Sultra benar bahwa PT. APM telah memiliki perizinan dan benar bahwa lokasi penambangan oleh masyarakat dengan menggunakan satu unit alat berat jenis excavator hijau tersebut berada di dalam wilayah IUP PT APM,” ujarnya.

Baca Juga :  Dorong Perlindungan Sosial, BPJS Ketenagakerjaan Ajak Ojol dan Pelaku UMKM Jadi Peserta

“Pada hari ini Senin tanggal 15 Januari 2024 perkara tersebut telah dilakukan gelar perkara dan telah dinaikkan dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan,” pungkas Ronald. (red/rls)

















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *