KORANHeadline.com, Pondidaha — SMAN 1 Pondidaha sukses menggelar Workshop Pembelajaran Mendalam selama dua hari, pada tanggal 12–13 Februari 2026.
Kegiatan ini menghadirkan pengawas pembina serta Tim Fasilitator TLC Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai narasumber, dengan tujuan meningkatkan kapasitas guru dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran yang bermakna, reflektif, dan berpusat pada murid.
Workshop ini dibuka secara resmi oleh Kepala SMAN 1 Pondidaha, Bustanil, S.Pd., M.Pd., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya transformasi pembelajaran di era saat ini.
Ia menyampaikan bahwa pembelajaran mendalam bukan sekadar metode, tetapi sebuah pendekatan yang menuntun guru untuk menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual dan berdampak nyata bagi perkembangan karakter dan kompetensi murid.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber berkompeten, yaitu Ruslan, S.Pd., M.Si. selaku Pengawas Pembina, serta tim fasilitator TLC Provinsi Sultra: St. Suraidah A.D. Datu, S.Ag., M.Pd. dan Wa Nini, S.Pd., M.Pd.
Pada hari pertama, materi difokuskan pada pemahaman pola pikir bertumbuh, konsep dasar pembelajaran mendalam, urgensi perubahan paradigma mengajar, serta karakteristik pembelajaran yang mampu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan reflektif.
Narasumber juga mengajak peserta melakukan refleksi terhadap praktik pembelajaran yang selama ini berlangsung di kelas.
Memasuki hari kedua, peserta diajak praktik langsung menyusun rancangan pembelajaran mendalam melalui diskusi kelompok, bedah modul ajar, serta simulasi perencanaan kegiatan belajar yang terintegrasi dengan asesmen autentik.
Suasana workshop berlangsung aktif dan partisipatif. Guru-guru terlibat dalam diskusi, berbagi pengalaman, serta saling memberi umpan balik terhadap rancangan pembelajaran yang disusun.
Pengawas Pembina dalam pemaparannya menegaskan bahwa penguatan kompetensi guru merupakan kunci utama peningkatan mutu pendidikan fengan pola pikir bertumbuh.
Sementara itu, Ruslan, S.Pd., M.Si selaku Ketua TLC Provinsi Sultra menekankan pentingnya kolaborasi dan budaya refleksi di satuan pendidikan agar pembelajaran mendalam dapat berjalan secara berkelanjutan, bukan sekadar program sesaat.
Workshop ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan komunitas belajar guru di SMAN 1 Pondidaha, sehingga praktik pembelajaran mendalam dapat diterapkan secara konsisten di setiap mata pelajaran. (red).















