KORANHeadline.com, KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) menggelar Rapat Koordinasi Ketersediaan Pangan Strategis dalam Upaya Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan di Kota Kendari Tahun 2025 pada Rabu, 29 Oktober 2025.
Rakor ini bertujuan menyamakan langkah antara pemerintah, distributor, dan aparat penegak hukum (APH) dalam menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi daerah.
Rapat koordinasi ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, dan dihadiri oleh Kadis Ketahanan Pangan, Abdul Rauf, serta perwakilan dari Polresta Kendari, Kejaksaan Negeri Kendari, Perum Bulog Sultra, BPS Kendari, hingga para pelaku usaha dan distributor pangan.
Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Stabilitas
Dalam laporannya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, menyatakan bahwa pangan adalah kebutuhan dasar yang harus terpenuhi secara berkelanjutan.
“Rapat koordinasi ini diselenggarakan sebagai bentuk sinergi antar pemerintah dengan pelaku usaha khususnya distributor dalam menjaga ketersediaan pangan strategis serta memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan di Kota Kendari terkendali,” terang Abdul Rauf.
Rauf menambahkan, tujuan utama rakor ini adalah mengidentifikasi potensi permasalahan, merumuskan langkah antisipatif terhadap fluktuasi harga, serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung upaya pengendalian inflasi daerah melalui sektor pangan.
Beberapa komoditas yang menjadi fokus utama adalah beras, cabai, bawang merah, telur, dan komoditas pokok lainnya.
Rakor ini menghadirkan narasumber dari Bulog, BPS, Polresta, dan Kejaksaan Negeri yang memaparkan strategi masing-masing dalam penguatan stok, pengendalian inflasi, hingga pengawasan pangan untuk mencegah penimbunan dan penyimpangan harga.
Sementara itu Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha.
“Kita semua tahu, bahwa pangan adalah kebutuhan dasar dan indikator kesejahteraan, sekaligus salah satu faktor yang memengaruhi tingkat inflasi daerah,” ujar Wali Kota.
Siska Karina Imran menegaskan bahwa upaya menjaga pasokan dan harga pangan strategis tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Peran para distributor, pelaku usaha, dan jaringan logistik pangan sangat menentukan keberhasilan menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan masyarakat.
Wali Kota juga mengapresiasi kerja sama yang baik antara Pemkot, Bulog, Kepolisian, dan Kejaksaan dalam menjaga ketersediaan dan pengawasan pangan. Ia secara khusus meminta para distributor untuk tetap menyalurkan pasokan secara merata, tidak menimbun barang atau memainkan harga, dan terus berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan jika ada kendala pasokan.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai bukti nyata bahwa stabilisasi pasokan dan harga pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua,” tutup Siska Karina Imran sembari membuka secara resmi kegiatan rakor tersebut. (red/ID)















