DaerahMetroNasional

Pengembangan Padi Biofortifikasi Sasar 4 Ribu Hektar Lahan di Sultra

298
×

Pengembangan Padi Biofortifikasi Sasar 4 Ribu Hektar Lahan di Sultra

Sebarkan artikel ini
La Ode Rusdin Jaya

KORANHeadline.com, KENDARI – Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) punya cara tersendiri dalam membantu pemerintah provinsi menurunkan angka stunting di bumi anoa.

Salah satunya yakni pemberian bibit padi yang kaya akan gizi secara gratis kepada petani padi sawah di delapan kabupaten. Kepala Distanak Sultra, La Ode Rusdin Jaya menyebut dalam waktu dekat pihaknya bakal membagikan bibit padi kaya gizi ini kepada petani yang sudah terdata.

“Khusus Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan, upaya pencegahan stunting itu dengan pemberian bibit padi kaya gizi atau biofortifikasi. Ada dua varietas yakni
Inpari 46 Nutrizinc dan Ir Nutrizinc yang akan kita bagi pada lahan seluas 14 hektar di delapam kabupaten,” ungkap Rusdin, Rabu (9/8).

Delapan kabupaten yang dimaksud yakni Konawe Selatan, Konawe, Bombana, Kolaka, Kolaka Timur, Konawe Utara, Kolaka Utara dan Kabupaten Buton. Bibit nantinya akan diberikan kepada petani yang sudah terdata oleh dinas.

Baca Juga :  Rajut Kebersamaan Menuju Perubahan, Civitas Akademika STIMIK Bina Bangsa Kendari Gelar Halal Bihalal

“CPCL (calon petani, calon lokasi) nya harus clear sebelum kita kasih. Semuanya itu ada 4.000 (petani yang akan menerima bibit, red). 3.000 dari kementerian, 1.000 nya kita,” terang mantan Kepala Biro Administrasi Pembangunan tersebut.

“Sekarang adalah bagaimana setelah kita tanam, untuk pendistribusiannya kita serahkan ke teman-teman kabupaten supaya memang diperuntukkan kepada kepala-kepala keluarga yang membutuhkan itu. Jangan sampai orang bisa beli beras mahal malah di kasih. Makanya, kita berharap hasilnya itu digunakan untik kuota-kuota yang membutuhkan,” tambahnya.

Baca Juga :  Tingkatkan Layanan Pendidikan, Dikbud Sultra Alokasikan Anggaran Rp15 Miliar Rehab SMAN 1 Kendari

Menurutnya, peran Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan sangat signifikan terhadap pencegahan stunting di Sultra. Pasalnya, kata dia, pemenuhan gizi keluarga berawal dari kualitas makanan yang di konsumsi.

Keunggulan padi biofortifikasi diharapkan dapat mensukseskan program pemerintah dalam mengatasi kekurangan gizi zinc dan meminimalisasi stunting di Indonesia.

“Stunting di Sultra cukup tinggi berdasarkan hasil rapat kemarin. Kita berharap program kami ini setidaknya bisa mencegah stunting dari sektor hulu. Beras ini rendah karbohidrat dan kaya gizi, ini sehat,” tandas Rusdin. (red/id)

Baca Juga :  PT DSSP Power Kendari Terima Proper Biru dari KLHK Wujud Komitmen Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan
















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *