KORANHeadline.com, KENDARI — Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), dr. Asridah Mukaddim, menekankan pentingnya pelaksanaan Aksi Bergizi secara lebih masif untuk mencegah stunting di kalangan remaja putri.
Hal ini disampaikannya dalam acara Aksi Bergizi di SMA Negeri 1 Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), yang bertujuan meningkatkan kesadaran remaja putri akan pentingnya mengonsumsi tablet tambah darah.
Kegiatan ini merupakan program nasional yang berfokus pada pencegahan anemia di kalangan remaja putri. Menurut mantan Dirut RSUD Kota Kendari, tiga dari sepuluh remaja putri di Indonesia mengalami anemia.
Anemia dapat mengganggu proses belajar mengajar, menyebabkan mereka mudah lelah, lesu, dan sulit berkonsentrasi.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Sultra, Rosmawaty Rasyid, dalam sambutannya mewakili Kepala Dinas, menegaskan kembali tujuan kegiatan ini.
“Melalui aksi bergizi hari ini, kita wujudkan generasi muda yang sehat dan berprestasi,” ujarnya.
Rosmawaty menjelaskan bahwa generasi yang berprestasi harus memiliki landasan utama, yaitu terhindar dari anemia dan tidak stunting.
Ia juga menambahkan bahwa remaja putri saat ini adalah calon ibu di masa depan. “Ibu yang sehat akan melahirkan generasi yang sehat,” tambahnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran semua pihak bahwa pencegahan stunting adalah persoalan bersama yang melibatkan lintas sektor dan lintas program.
Rosmawaty juga mengapresiasi pihak SMA Negeri 1 Ladongi atas fasilitas dan kesempatan yang diberikan untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah Kabupaten Kolaka Timur, melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, karena kegiatan kita pada pagi hari ini bisa memberi manfaat yang sebaik-baiknya untuk generasi kita, generasi yang cerdas, dan generasi yang unggul,” tutupnya. (red/ID)















