KORAN Headline.com, KENDARI – Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, didampingi Kepala Dinas Pertanian, Makmur, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), melakukan panen raya sayuran organik di pekarangan kantor Dinas Pertanian, Rabu (3/12).
Kegiatan ini merupakan bagian integral dari upaya Pemerintah Kota Kendari dalam meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga sekaligus sebagai strategi utama untuk mengendalikan angka inflasi di Kota Kendari.
Dukungan Penuh untuk ‘Kendari Berkebun’
Wali Kota Siska Imran menyoroti bahwa panen bersama ini, yang mencakup kangkung, terong ungu, bayam, kacang panjang, dan tomat, adalah rutinitas Dinas Pertanian untuk menyokong program “Kendari Berkebun.”

“Program ini dalam rangka mensupport program Kendari berkebun, yang mana saya sendiri juga di rujab Wali Kota sudah membuat kebun untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari,” terang Wali Kota di sela kegiatan Temu Wicara Pertanian yang dirangkaikan dengan Pasar Tani, Expo BPBP, Bazar DWP, dan Panen Sayuran.
Ia berharap seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi di Kendari dapat mencontoh langkah ini dengan memanfaatkan pekarangan atau pot untuk memenuhi kebutuhan pangan harian mereka.
Panen Gratis untuk Tekan Inflasi
Siska Imran juga menegaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah menekan angka inflasi di Kota Kendari. Menariknya, seluruh hasil panen sayuran organik yang menggunakan pupuk biopori tersebut dibagikan secara gratis kepada seluruh yang hadir, mulai dari masyarakat umum, Forkopimda, instansi vertikal, hingga insan pers.
“Kalau untuk hasil tanaman ini, hasilnya tadi semua yang hadir di sini bisa ambil bebas, jadi gratis. Ini organik, ya, kita menggunakan pupuk organik. Ini aman untuk dikonsumsi,” jelasnya.
Optimalisasi Lahan Perkotaan
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Makmur, menjelaskan bahwa program Kendari Berkebun merupakan gerakan massal yang dicanangkan untuk mendorong masyarakat menanam komoditas penyumbang inflasi seperti cabai, tomat, bawang, dan sayuran di pekarangan.
Makmur mengungkapkan bahwa program ini telah terbukti efektif.
“Program ini telah terbukti dapat meningkatkan ketersediaan pangan murah rumah tangga, mengurangi permintaan pasar saat masa paceklik, (dan) mengendalikan inflasi,” ungkapnya.
Model pertanian perkotaan yang diterapkan mencakup pemanfaatan lahan tidur, fasilitas umum, dan lahan sekolah. Metode budidaya yang digunakan pun beragam, seperti polybag, vertikultur, dan hidroponik.
Dinas Pertanian juga memastikan para penyuluh terus memberikan edukasi kepada petani tentang teknologi budidaya rendah biaya, pengendalian hama terpadu, dan digitalisasi pemasaran. (red/ID)















