Daerah

Kadis Tanaman Pangan Sultra Pimpin Panen Raya Padi Sawah di Desa Lebo Jaya: Dorong Produksi 1 Juta Ton per Tahun

2427
×

Kadis Tanaman Pangan Sultra Pimpin Panen Raya Padi Sawah di Desa Lebo Jaya: Dorong Produksi 1 Juta Ton per Tahun

Sebarkan artikel ini
Panen Raya Padi di Gapoktan Mepokoaso Desa Lebo Jaya Konawe Selatan (Konsel), Minggu (26/10/2025).

KORANHeadline.com, KENDARI – Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Prof. Dr. Ir. Muhammad Taufik, M.Si, turun langsung memimpin Panen Raya Padi Sawah Gapoktan Mepokoaso di Desa Lebo Jaya, Kecamatan Konda, pada Minggu (26/10/2025). Panen raya ini dilakukan pada lahan seluas 153 hektar.

​Turut dihadiri Kepala Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikutura Konsel, Kepala Dinas Perhubungan Konsel, Danramil Konda, Kapolsek Konda, Camat Konda, Kepala Desa Lebo Jaya dan Ketua Gapoktan Mepokoaso.

​Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Taufik menyampaikan apresiasinya yang tinggi kepada Gapoktan Mepokoaso atas capaian yang luar biasa. Ia menyebut, petani di Lebo Jaya telah berhasil meningkatkan produktivitas padi hingga dua kali lipat dari hasil sebelumnya.

Baca Juga :  Aqua Dwipayana Kembali Motivasi Prajurit Lanal Kendari Bangun Semangat Kebersamaan

​”Saya kira apa yang kita capai hari ini merupakan bentuk kerja keras dari petani yang ada di Gapoktan Mepokoaso, sehingga produktivitasnya sudah naik menjadi 4,6 ton per hektar, sebelumnya hanya 2,6 ton per hektar,” terang Taufik kepada awak media.

​Taufik menambahkan, peningkatan produksi ini merupakan hasil dari kolaborasi apik antara seluruh stakeholder terkait, mulai dari pemerintah, himpunan tani, akademisi dan juga para petani.

Muhammad Taufik dimintai keterangan awak media.

​”Kami waktu masih di HKTI Sultra membuat program di desa ini. Jadi kita membuat penangkaran benih untuk meningkatkan produktivitas. Kemudian, kami membuat demplot cara menanam padi yang benar. Kami juga mempratekkan bagaimana menggunakan aplikasi pupuk, penyemprotan dan pengendalian hama penyakit tanaman. Alhamdulilah ternyata membuahkan hasil,” ungkapnya mengenang program pendampingan yang telah dilakukan.

Baca Juga :  Wali Kota Paparkan Keunggulan Call Center 112 Dihadapan Gubernur: Bagian dari Kesiapan Hadapi Nataru

​Meskipun menunjukkan hasil yang positif, Taufik terus mendorong para petani agar tidak mengendurkan semangat menanam. Hal ini mengingat produksi benih Sultra saat ini masih terbilang rendah dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Sulawesi.

​”Kami sangat mengimbau petani bahwa target kita kedepan untuk Sultra adalah 1 juta ton per tahun. Sultra saat ini produksi benihnya hanya 540 ribu ton per tahun. Ini jadi motivasi kita kedepan dengan membuat program benih mandiri,” beber Taufik.

Baca Juga :  Kadin Sultra Tebar Kebahagiaan Bersama Masyarakat Kurang Mampu di Hari Raya Kurban

​Program benih mandiri, sambungnya, dinilai sangat strategis karena akan memastikan petani memperoleh benih unggul dan bersertifikat, yang pada akhirnya akan mendongkrak produksi.

​”Kita berharap lewat program benih mandiri, kita bisa bagikan ke petani sehingga mereka menggunakan benih yang unggul dan bersertifikat. Tidak mungkin bisa meningkat produksinya kalau benihnya asalan,” pungkas Taufik. (red/ID)

















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!