Metropolis

BPBD Kota Kendari Beri Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana ke Relawan dan Masyarakat

3678
×

BPBD Kota Kendari Beri Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana ke Relawan dan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Sekda Kota Kendari Buka Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana Tahun 2025.

KORANHeadline.com, KENDARI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari memberikan pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana ke masyarakat, relawan, serta pemangku kepentingan, Rabu (20/8/2025).

Pelatihan ini dibuka secara langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari Amir Hasan, S.TP., M.Si, didampingi Kepala BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, S.E., M.M.

Dalam arahannya Sekda menekankan pentingnya meningkatkan kesiapsiagaan seluruh lapisan masyarakat terhadap potensi bencana yang rawan terjadi di Kota Kendari, mengingat kondisi geografis kota yang berada di antara pegunungan dan laut.

Baca Juga :  Kendari Makin Aman: Wali Kota Siska Karina Imran Integrasikan CCTV dan Call Center 112

“Melalui pelatihan ini, kita berharap para peserta dapat memperdalam pengetahuan tentang berbagai jenis bencana, tanda-tanda awal, serta langkah pencegahan yang tepat. Selain itu, pelatihan ini juga untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pengurangan risiko bencana dan memperkuat budaya sadar bencana di tengah masyarakat,” ungkap Jenderal ASN tersebut.

Ditempat sama, Kepala Pelaksana BPBD Kota Kendari Cornelius Padang, dalam laporannya, menyampaikan bahwa masih banyak keterbatasan fasilitas penanggulangan bencana yang dimiliki pemerintah daerah.

Baca Juga :  Pemprov Imbau Pemerintah Kabupaten Kota Segera Masukkan Usulan Rehab Rutilahu

Ia mencontohkan, minimnya peralatan seperti perahu karet dan pompa air yang sudah berusia tua, sehingga perlu dilakukan peremajaan untuk menunjang keselamatan masyarakat di musim hujan.

Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan bahwa saat kunjungan ke BPBD pusat, Kendari mengajukan anggaran sekitar Rp4,5 miliar hingga Rp5 miliar, jauh lebih kecil dibandingkan daerah lain yang bisa mencapai Rp40–50 miliar.

Padahal, dengan kondisi topografis yang rawan bencana, kebutuhan logistik dan sarana penanggulangan di Kendari seharusnya lebih besar.

Baca Juga :  Kepala Bappeda Paparkan Pengalaman Penyusunan Ranperda RPJMD ke Rombongan DPRD Kabupaten Maros

Meski begitu, pemerintah tetap berkomitmen untuk memperkuat koordinasi antara BPBD, relawan, dan masyarakat. Relawan dianggap sebagai ujung tombak penanggulangan bencana yang seringkali terjun langsung tanpa pamrih ke lapangan saat bencana terjadi.

“Kami sangat menghargai para relawan. Minimal, kita bisa memberikan dukungan, walau sekecil bensin, agar mereka tetap bisa bekerja maksimal. Karena apa yang dilakukan relawan adalah amal jariyah yang kelak bernilai ibadah,” terang mantan Kepala Bappeda Kota Kendari. (red/id)

















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!